Connect with us

Kota Malang

Rembug Budaya FIB UB, Pancasila Jaga Kebhinekaan dan Tangkal Radikalisme

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang-Budaya merupakan sebuah aspek yang tidak dapat ditinggalkan dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara, serta penentu arah kebijakan negara. Sementara budaya menjadi bagian ejahwanta dari Pancasila melalui Bhinneka Tunggal Ika.

Sebagai bagian rangkaian Dies Natalis Universitas Brawijaya ke-55, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) menggelar “Rembug Budaya” bertemakan “Merawat Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme dalam bingkai Pancasila”, di Studio UB TV, Gedung Rektorat UB lantai 2, Malang, Rabu (3/1/2018).

Dalam Rembug Budaya tersebut, beberapa pembicara nasional memaparkan pandangannya, diantaranya KH Agus Sunyoto (Sastrawan, Ketua Lesbumi), Prie GS (Budayawan), Romo Benny (Penasehat UKP PIP), dan Ki Riyanto (Ketua Voice of Pancasila UB), yang dipandu moderator Wahyu Widodo (Linguis, Aktif di PSLD dan PS2PM UB).

Wahyu Widodo memandu KH Agus Sunyoto, Prie GS, Romo Benny, dan Ki Riyanto. (rhd)

Wahyu Widodo memandu KH Agus Sunyoto, Prie GS, Romo Benny, dan Ki Riyanto. (rhd)

Tujuannya, untuk mempertemukan praktisi budaya, negara, dan akademisi untuk mendiskusikan isu terkini tentang radikalisme dalam negara Indonesia dan Pancasila. Dan diharapkan dapat tercapai sebuah solusi atas isu radikalisme yang muncul di Indonesia yang dapat menjadi masukan bagi kebijakan pemerintah Indonesia saat ini.

Romo Benny mengatakan, kekuasaan ada di tangan kita sebagai rakyat, namun saat ini kekuasaan tersebut telah terebut oleh medsos dengan rating tinggi namun tidak akurat. “Dampaknya banyak masyarakat latah berpikir tak logis, dengan mengabaikan fakta, data, dan lainnya. Tak mengindahkan aturan dan etika ber-Pancasila. Sayangnya mahasiswa hanya menerima kenyataan, tanpa mau mendobrak, karena gagap menghadapi perubahan. Inilah tantangan kita untuk menjaga persatuan dalam keberagaman dalam kondisi seperti ini,” jelas Romo Benny.

Banyak hal yang harus ditempuh untuk mengembalikan Pancasila sebagai jati diri bangsa. Salah satunya melalui siasat kebudayaan yang berlandaskan Pancasila.
“Dalam Pancasila itu ejahwantanya luas. Pertama, jika takut akan Tuhan, maka keimanan dan logikanya kuat. Manusianya dapat bertindak adil dan beradab untuk menjaga persatuan Indonesia, melalui rakyat yang mau dipimpin oleh pemimpin melalui demokrasi dan wakil rakyat, untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk mengembalikan hal itu, peran kampus dan civitas akademik turut andil, dalam hal ini UB,” tukas Romo Benny.

Sementara itu, Rektor UB Prof Dr Ir M Bisri MS mengatakan Perguruan Tinggi Negeri, UB terus mendukung eksisnya Pancasila. Hal ini dilakukan dengan memasukkannya di dalam kurikulum dan menyatukan mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). “Banyak UKM yang ada di UB, sebagai pemersatu dan upaya kami merawat kebhinekaan. Kami harapkan dengan UKM yang ada ini dapat memfasilitasi berbagai kegiatan dan menjaga stabilitas kampus. Di UB ada 40 UKM, mulai kegiatan keagamaan sampai olahraga. Perhatian harus diberikan pada mereka secara merata dan bersama-sama. Sejauh ini kegiatan yang banyak dan dari beragam sumber dan budaya itu masih berjalan baik,” terangnya.

Mengenai kebhinekaan, Bisri mencontohkan dengan kondisi UB yang sudah layaknya negara kecil dengan kebhinekaan. “Sekitar 30 persen mahasiswa UB berasal dari DKI Jakarta dan sekitarnya. Jadi meskipun lokasinya di Malang, tapi kata lo-gue sudah banyak terdengar. Kebhinekaan tersebut sangat dirawat oleh UB. UB yang hanya bagian kecil saja dalam merawat kebhinekaan, belum seukuran Indonesia. Memang tidak mudah, namun formula merawat itu adalah dengan kebersamaan dan harmonisasi, agar tumbuh baik dan bangsa menjadi aman, makmur, dan sentosa. Semoga ini menjadi sebuah kontribusi solusi pada bangsa terkait budaya yang terjadi di Indonesia,” tukasnya.

Tak sekedar diskusi dan berbincang, kegiatan ini pun diisi dengan banyak guyonan budaya yang membuat suasana semakin cair. Tak ketinggalan, untuk menyegarkan suasana peserta juga dihibur beberapa pertunjukan, diantaranya E-lite Voice, Unitantri, Sanggar Panji Asmoro Bangun dan Hero Band dari Universitas Brawijaya. (rhd/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler