Pendidikan

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS
lenjag

Mahasiswa STMIK-STIE ASIA Dicetak jadi Entrepreneur Digital

  • Minggu, 10 Desember 2017 | 21:16
  • / 21 Rabiul Uula 1439
Mahasiswa STMIK-STIE ASIA Dicetak jadi Entrepreneur Digital
Frans Budi Pranata memberikan gambaran Start-Up Digital, kepada mahasiswa STMIK-STIE Asia. (rhd)

Memontum Kota Malang — Kembali STMIK-STIE Asia menghadirkan tokoh Start-Up Digital, untuk memotivasi dan mendorong mahasiswanya segera memiliki bisnis Start-up sendiri, sebagai cikal bakal peluang usaha dalam era ekonomi digital. Sekaligus menuju Indonesia 2020 melalui target awal 1.000 Start-Up Digital, dan menjadikan negara berkekuatan ekonomi digital terbesar di Asia.

Melalui dorongan dan inisiasi Asosiasi Perguruan Tinggi Komputer (APTIKOM) yang mengajak lebih dari 100 mahasiswa ASIA memanfaatkan peluang ini. Kali ini menghadirkan mantan CFO Zalora, Frans Budi Pranata, dalam Built Your Start-up Now, di ruang Theatre, Kampus Pusat STMIK-STIE ASIA Malang, Jum’at (8/12/2017).

“3-5 tahun lagi usaha konvensional besar bakal banyak yang tutup jika tidak mempunyai usaha online. Untuk itu, kalian harus mulai dari sekarang, agar tidak kalah bersaing. Sebelumnya sebagian marketplace juga memiliki konvensional dengan nama berbeda. Kemudian mereka mengaplikasikan melalui online, dan sukses seperti saat ini. Sebab mereka mampu membaca keinginan konsumen yang lebih memilih belanja online, karena tanpa ribet. Tinggal klik, bayar, tunggu barang datang,” jelas peraih Best CFO Indonesia 2013 & 2015, yang sempat mencatatkan pertumbuhan hingga 4000 persen ketika menjadi CFO Zalora.

Founder dari 25 Digital StartUp ini menambahkan, alibaba, goggle, gojek, dan semua aplikasi online tidak punya aset, tapi dengan aplikasi Start-up mereka bisa meraup keuntungan meningkat dan kaya. “Karena mereka bisa berpikir membaca peluang dengan belajar dan berkemauan tinggi. Urusan mampu itu belakangan, dengan belajar. Mereka paham ilmu Disterupsi (menggantikan yang lama), Irupsi (lebih baik dari yang lain), dan Innovasi (hal baru dan lebih baik),” ulas Billionaire Mindset yang menginspirasi 100.000.000 orang, dan menciptakan 10.000 miliarder

Menurutnya, generasi millennial saat ini merupakan Generasi Cuek (Gen-C), selain generasi lain seperti generasi Maven, Eclectics, Skeptics, dan Trendsetters. “Awalnya generasi millennial 28 persen lebih suka online daripada belanja langsung, dimana 60 persen aktif dalam medsos. Secara tidak langsung mereka turut menggambarkan perilaku user online. Seperti 65 persen memilih Lion karena murah dan tepat waktu, dan lainnya. Tentunya ini menjadi target pasar marketplaces. Untuk itu, saya mencoba brainwash mahasiswa segera bikin Start-up sebanyak-banyaknya,” tukas pemilik Budi Pranata Academy ini.

Sementara itu, Ketua STMIK-STIE ASIA, Ir Teguh Widodo MM. mengatakan, keinginan kampus STMIK-STIE ASIA untuk mencetak Entrepreneur digital sebanyak-banyaknya, salah satunya dengan mendatangkan praktisi sebagai motivator. “Goalnya, kami ingin menjadikan mahasiswa ASIA sebagai Entrepreneur digital, yang mampu hidup dan menghidupi banyak orang. Sebelumnya, mahasiswa perlu mendalami digital education dan memahami bagaimana cara membuat toko online, melakukan digital marketing, dan menambah pengetahuan tentang marekting via iklan di media sosial, melalui acara seperti ini,” jelas Teguh.

Puncaknya, STMIK-STIE ASIA ditunjuk APTIKOM untuk kembali menjaring para calon Entrepreneur digital selama 3 hari, yakni 15-17/12/2017. Tak hanya dari mahasiswa STMIK-STIE ASIA, juga melibatkan mahasiswa kampus lain. “Ada lombanya, setelah disaring mereka akan diinkubasi untuk mendapatkan pemantapan, ide mana yang paling baik, dan masuk untuk dibuatkan aplikasi. Sekaligus mereka akan dicarikan modal untuk pembiayaan aplikasi,” tandas Rina Dewi Indahsari, SKom, MKom, Kaprodi Informatika. (rhd/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

    Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional