Pendidikan

POLITEKNIK NEGERI MALANG
lenjag

SNGBR 2017 Polinema, Wujudkan Inovasi dan Teknologi Berkelanjutan

  • Jumat, 20 Oktober 2017 | 14:14
  • / 29 Muharram 1439
  • Dibaca : 279 kali
SNGBR 2017 Polinema, Wujudkan Inovasi dan Teknologi Berkelanjutan
Direktur Polinema, Kepala Jurusan, dan Panitia mendampingi para pemateri (rhd)

Memontum Kota Malang—Berbicara industri, jika dikaitkan dengan akademisi, tentu akan melibatkan banyak disiplin ilmu. Tentunya, jika civitas akademik agar bisa link and match dengan dunia industri, maka tiap jurusan diharapkan dapat saling mengisi atau berkolaborasi. Termasuk saat berinovasi dengan penelitian yang hasilnya dapat digunakan masyarakat luas dengan melibatkan dunia industri.

Hal ini diungkapkan oleh Prof Dr Erry Yulian Triblas Adesta, Professor & Acting Dean Faculty of Engineering, Internasional Islamic University Malaysia, saat menjadi salah satu pemateri dalam Seminar Nasional Gabungan Bidang Rekayasa (SNGBR) 2017 Teknik Politeknik Negeri Malang (Polinema) bertemakan ‘Inovasi dan Teknologi Berkelanjutan Untuk Pemanfaatan Green Technology’, di Gedung Sipil dan TI Polinema, Kamis-Jumat (19-20/10/2017).

Selain Prof Dr Erry Yulian Triblas Adesta, pembicara lain pada seminar yang diadakan jurusan Teknik Polinema ini, yaitu Samuel Abrijani Pangerapan, BSc (Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo), dan Teddy Caster Sianturi (Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Hijau dan Lingkungan Hidup Kemenperin).

Erry mencontohkan pembuatan industri mobil city car yang saat ini menjadi trend. “Untuk membuat mobil, tak hanya jurusan teknik mesin, namun pasti akan melibatkan jurusan lainnya agar menjadi kesatuan unit yang utuh. Itu sudah menjadi tuntutan industri, mau tak mau penerapan link and match di Polinema harus bisa. Untuk melangkah, tak perlu khawatir tentang kelanjutannya. Harus ada kejelasan payung hukum atau MoU dalam kerjasama dengan industri. Sedangkan peneliti atau inovator dengan civitas, harus ada sistem yang jelas,” papar Erry.

Sementara itu, Ketua Panitia Dr Indrazno Siradjuddin PhD, mengatakan SNGBR 2017 ini merupakan jenis seminar pertama kali yang menggabungkan seminar-seminar yang telah pernah dilakukan sebelumnya yang secara parsial diselenggarakan oleh jurusan-jurusan teknik yang ada, diantaranya Seminar Nasional Teknologi Terapan (SNTT), Seminar Nasional Teknik Elektro Terapan (SNTET), Seminar Nasional Rekayasa Proses Industri Kimia (SNRIK), dan Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Aplikasinya (SENTIA).

“Kegiatan ini pertama kali dari penggabungan seminar yang pernah digelar Teknik Kimia, Teknik Mesin, Teknik Informatika dan Teknik Elektro, namun ditambah cakupannya dan dijadikan satu, agar gaung antar multidisiplin nanti terpusat dalam 1 forum yang lebih luas. Harapannya, dapat memberikan kesempatan mereka untuk berdiskusi dan berkolaborasi antar multidisiplin ilmu. Dengan tema yang kita usung Green Technology, diharapakan inovasi dan wawasan yang muncul itu terkonsep hemat energi tidak merusak lingkungan,” papar Indrazno, kepada Memo X.

Selain seminar, ada pula sesi paralel sebagai wadah mempresentasikan 90 artikel yang sudah masuk dari semua jurusan di Polinema, agar dapat meningkatkan rating Polinema untuk artikel yang dipublikasikan terindeks scopus. “Konsepnya sangat bagus, yaitu menggabungkan atau kolaborasi tentang penelitian dan inovasi dari multidisiplin jurusan Teknik di Polinema. Tujuannya untuk meningkatkan rating Polinema di publikasi ilmiah yang terindeks scopus maupun internasional. Harapannya, dari banyak artikel yang masuk dapat mendorong perkembangan penelitian dan artikel terindeks scopus. Serta tak hanya berhenti di penelitian, namun mengarah pada aplikatif kelanjutan,” tukas Direktur Polinema Drs Awan Setiawan MM, kepada Memo X. (rhd)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional