Connect with us

Kota Malang

Lantunkan Hymne Guru, Ribuan Mahasiswa dan Dosen UMM Terharu

Diterbitkan

||

Melantunkan bersama Hymne Guru. (ist)

Memontum Kota MalangSetiap tahun, mahasiswa dan dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperingati Hari Guru dengan perayaan yang unik. Dimana ribuan mahasiswa, karyawan, dan dosen UMM, khususnya mahasiswa dan dosen Fakultas Pendidikan dan Keguruan (FKIP), bersama-sama melantunkan Hymne Guru di pelataran Gedung Kuliah Bersama I (GKB I) UMM dan balkon-balkon pada masing-masing lantai gedung berlantai 6 tersebut.

Atas inisiasi FKIP UMM bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UMM, jajaran civitas akademika dan mahasiswa dari program studi (prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Civic Hukum dan Pendikan Agama Islam kompak mengenakan atribut batik dan memenuhi gedung perkuliahan, Senin (27/11/2017).

“Kita semua di sini terpanggil memperingati Hari Guru Nasional dalam rangka membantu mensejahterakan guru melalui upaya yang kita bisa. Pohon beringin di hutan rimba, pohonnya menjulang ke atas awan. Jadilah guru harapan bangsa, karena guru pencerah peradaban,” ujar Sudiran, Wakil Dekan I FKIP, sembari berpantun dalam sambutannya.

Ada 3 tantangan yang harus dihadapi oleh guru, yaitu kualitas guru, pemerataan dan kesejahteraan mereka. “Kualitas guru harus terus ditingkatkan, salah satunya melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang dapat diikuti mahasiswa setelah menyelesaikan jenjang sarjana. Sementara pemerataan guru, dapat dilakukan melalui program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (SM3T). Sedangkan tantangan ketiga terkait kesejahteraan dan kemakmuran guru yang tidak merata di Indonesia,” tukas Sudiran.

Suasana haru menyeruak saat dosen dan mahasiswa secara bersamaan menyanyikan lagu Hymne Guru. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh Fatin Naja, mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris.

Melalui acara ini, Wakil Dekan III FKIP Rohmad Widodo berpesan kepada mahasiswa untuk dapat menghayati nilai-nilai peringatan Hari Guru agar dapat menjadi guru yang profesional. “Mahasiswa UMM harus bisa memenuhi 4 kompetensi guru profesional, yaitu pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian, sehingga kekurangan guru saat ini bisa dipenuhi mahasiswa FKIP UMM nantinya,” ungkap Rohmad.

Sementara itu Ketua BEM FKIP Ahmad Rofiuddin mengaku, perayaan Hari Guru Nasional ini menjadi refleksi untuk dirinya dan juga mahasiswa FKIP lainnya tentang perjuangan guru dan bagaimana menjadi guru di masa depan. Senada diungkapkan Lia, mahasiswa semester 5 prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. “Semoga peringatan ini menjadi budaya di UMM, agar kami mahasiswa FKIP terus diingatkan akan jasa-jasa guru, karena tanpa mereka, tanpa guru-guru, mungkin tidak akan ada profesi-profesi lain,” ungkap Lia. (rhd/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler