Connect with us

Kota Malang

Akuntansi Polinema Gelar Seminar Nasional Akuntansi, Manajemen dan Keuangan

Diterbitkan

||

Salah satu pemateri menyampaikan paparan. (adn)

Memontum Kota Malang – Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar Seminar Nasional Akuntansi, Manajemen dan Keuangan (SNAMK) 4, di Hotel Savana Kota Malang, Rabu (25/9/2019). SNAMK merupakan kegiatan seminar nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Jurusan Akuntansi Polinema, sebagai bagian pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pendidikan dan penelitian.

Bertemakan Akuntansi Terapan & Teknologi: Melampaui Solusi Menuju Inovasi, diikuti oleh 168 peserta dari berbagai kalangan seperti dosen, mahasiswa dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia.

Ketua Panitia (kedua kiri) memberikan cenderamata kepada para panelis. (adn)

Ketua Panitia (kedua kiri) memberikan cenderamata kepada para panelis. (adn)

“Atas nama civitas akademika Jurusan Akuntansi Polinema, saya mengucapkan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi seluruh peserta, pemakalah, panitia dan berbagai pihak yang telah meramaikan dan mensukseskan kegiatan ilmiah ini. Kami berharap, semoga seminar ini memberi manfaat positif bagi pengembangan Ilmu Akuntansi dan Pendidikan Akuntansi di masa datang. Sampai berjumpa di SNAMK 5,” sambut Ketua Jurusan Akuntansi Polinema, Dr Dra Kurnia Ekasari, MM, Ak, CSRA, CSRS.

Melalui tema yang diusung, mengajak para praktisi dan dosen Akuntansi agar terus mengupdate potensi dirinya dalam mengikuti perkembangan jaman, khususnya kemajuan teknologi di era industri 4.0. Sebab di Jepang sudah dilakukan 5.0, dimana nantinya pasti akan diberlakukan di Indonesia dan negara lainnya. Mau tidak mau, meski teknologi produk manusia, namun harus mengikuti perkembangannya agar tak ketinggalan.

“Keberadaan studi akuntansi terapan sangatlah relevan dengan era revolusi industri 4.0. Manusia sebagai pencetus teknologi tidak dapat tergantikan oleh mesin, karena manusia adalah sumber inovasi,” ungkap Ketua Panitia, Dr Ari Kamayanti.

Menurutnya, akuntansi terapan mampu menyediakan jawaban atas inovasi, karena akuntansi terapan selalu berhadapan dengan realitas dan memahami keterkaitan antara kontekstual akuntansi dengan lingkungan.

Animo para peserta SNAMK 4. (adn)

Animo para peserta SNAMK 4. (adn)

“Dengan kesadaran ini, jurusan Akuntansi Polinema kini telah memiliki Magister Terapan Akuntansi dengan fokus Sistem Informasi Akuntansi. Karena eksistensi akuntansi terapan akan selalu dibutuhkan. Selain itu, Akuntansi Polinema memiliki yel-yel Akuntansi Eksis,” seru Ari, sapaan akrabnya

Dalam Diskusi Panel menghadirkan 3 panelis, di antaranya Hendra Lutfianto, ST (Pemimpin PT DSM Indonesia), Muchammad Iskandar Zulkarnain Alghozali (CEO Ezy Industries dan Owner Vauza Tamma), dan Dr Dra Kurnia Ekasari, MM, Ak, CA, CSRS (Ketua Jurusan Akuntansi Polinema).

Selain Semnas, SNAMK 4 ini dimeriahkan pula oleh presentasi dari berbagai karya ilmiah yang menunjukkan kedinamisan dalam penggembaraan pemikiran dari berbagai kalangan terhadap perkembangan Ilmu Akuntansi maupun Pendidikan Akuntansi. Sekitar 38 paper diprosiding ke dalam SNAMK yang telah ber-ISSN.

“Seluruh paper akan mendapatkan Letter Of Publication Process dari JRAAM. Nantinya akan diumumkan 8 best paper yang akan mendapatkan Letter of Acceptance untuk terbit di JRAAM bulan September 2019 dan Maret 2020. Dimana JRAAM sudah mendapatkan peringkat SINTA3,” tandas Ari.

Sementara itu, Ketua IAI Komisariat Daerah Malang Raya, Dr. Puji Handayati, SE, AK, CA, CMA, mengapresiasi terselenggaranya agenda tahunan yang masih eksis, SNAMK kali ke-4 ini. Khususnya terkait argumen dan artikel penelitian akuntansi terapan terhadap pengembangan jurusan akuntansi, manajemen, dan keuangan.

“Ada 2 bidang kelompok keilmuan, yakni scienties dan terapan. Bagaimana sebuah keilmuan bisa aplikatif dalam kehidupan di masyarakat. Salah satunya, yang diterapkan Polinema sebagai perguruan tinggi vokasi. Tantangannya, belum keseluruhan akademisi care terhadap teknologi. Mau tidak mau harus siap. Seperti e-learning, dan lainnya yang berbasis digital,” jelas Dekan Magister Akuntansi UM ini. (adn/yan)

 

Terpopuler