Pendidikan

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS
lenjag

SMPN 1 Bululawang Berikan Pemahaman  Berinternet Cerdas Atasi Kekerasan di Lingkungan Sekolah

  • Selasa, 28 November 2017 | 15:04
  • / 9 Rabiul Uula 1439
SMPN 1 Bululawang Berikan Pemahaman  Berinternet Cerdas Atasi Kekerasan di Lingkungan Sekolah

Memontum Malang—-Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bululawang Kabupaten Malang jalin kerjasama dengan orang tua siswa dengan berinternet cerdas untuk atasi kekerasan terhadap peserta didiknya.

Pantjaningsih Sri Redjeki sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Malang mengatakan ,bahwa salah satu solusi mengatasi kekerasan terhadap anak akibat Tekhnologi dengan memberikan pemahaman tentang cara  Cerdas  berinternet ,parenting dengan mengangkat isu pengenalan dampak negatif   teknologi kepada orang tua .

“Kebanyakan yang sering terjadi pemanfaatan gadget yang tidak cukup bijak bisa memicu kekerasan tetapi dengan tekhnologi kita juga tidak bisa mengelak karena tuntutan jaman , yang penting bisa di kendalikan,” ujarnya.

Kekerasan terhadap anak – anak bisa terjadi dimana mana seperti Kekerasan di dunia pendidikan yang marak terjadi di tingkat  pendidikan dasar bisa terjadi seperti anak anak merokok ,anak berkerudung merokok  serta anak berpacaran  diluar batas yang dishooting  oleh rekannya.

Kekerasan terhadap anak bisa terjadi dimana seperti  di lingkungan sekolah, keluarga, tempat bermain,   karena sepertiga waktunya anak ada disekolah kebanyakan  pelakunya orang dekat .

Durotul Bahghiyah , Kepala SMPN I Bululawang ,mengatakan salah satu upaya mengatasi kekerasan bdi lingkungan pendidikan khususnya pelajar dilembaganya dengan menerapkan pendampingan kepada siswa siswinya saat melakukan aksen internet.

“Yah kita menerapkan siswa bisa ngakses saat di laboratorium dengan pengawasan guru IT ,” ungkapnya.

Salah satu solusi mengatasi agar anak asuhnya tidak melakukan kekerasan terhadap rekanya seperti bullying dan kekerasan lain lembaganya menerapkan Peserta didiknya tidak diperkenankan membawa hp yang bisa dibuat untuk nyoting.

Setiap siswa yang pulang atau memerlukan sesuatu dengan meminta guru BP untuk menelpon orang tuanya dengan menggunakan HP milik sekolah.

Sedangkan,apabila anak-anak sudah dirumah lembaganya meminta kepada walisiswa untuk selalu mendampingi putra putrinya dalam mengakses medsos dan internet agar bisa memahami dampak positif dan negatif dari sebuah tekhnologi.

“Pendampingan secara maksimal ada penggunaan medsos Sera memberikan pemahaman dampak negatif dan teknologi kepada anak anak adalah penggunaan internet cerdas atasi kekerasan dilingkungan sekolah,” pungkasnya. (met/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

    Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional