Connect with us

Pendidikan

Unair Gelar Kampanye Pelestarian Cagar Budaya

Diterbitkan

||

Unair Gelar Kampanye Pelestarian Cagar Budaya

Memontum Surabaya – Universitas Airlangga (Unair) menghelat acara Kampanye Pelestarian Cagar Budaya, yang diselenggarakan oleh Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian FISIP, yang bekerja sama dengan Dirjen Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (3/9/2019).

Bertempat di Aula Soetandyo Gedung C Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unair, serta menjadi salah satu narasumber pada acara tersebut, Antik Sugiharti selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya mengatakan, sebelum menentapkan bangunan tersebut sebagai cagar budaya, pasti ada persetujuan atas pemilik.

“Sehingga memang kita sama-sama memiliki tanggung jawab dan upaya untuk melestarikan. Dari Pemerintah Kota memberikan insentif kepada mereka yang mau ditetapkan sebagai cagar budaya dengan memberikan potongan pajak sebesar 50 persen,” kata Antik.

Tak hanya itu, bagi mereka yang bangunanya merupakan bangunan cagar budaya, Antik juga mengatakan, mereka mempunyai kewajiban untuk menjaga dan melestarikan, karena itu ada surat pernyataan.

Antik juga mengatakan, dalam mengelola cagar budaya, banyak permasalahan yang sering dialami. Misalnya para pemilik dari bangunan cagar budaya tersebut belum tentu memiliki dana untuk menjaga atau memelihara.

“Bisa juga persoalan mengenai pemahaman yang belum sama dengan undang-undang. Ini yang selalu kita sampaikan dalam proses sosialisasi maupun forum komunikasi kita ada pertemuan rutin yang memberikan masukan tadi,” jelasnya.

Antik juga menuturkan, jika dari pihak pemilik cagar budaya menyampaikan ada yang rusak, maka akan dibantu. Namun Antik juga menuturkan, ada dari pihak yang juga konsen menjaga tetapi tadi bahwa itu milik keluarga kemudian harus menjadi milik pribadi itu banyak kendala.

Selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Antik juga menuturkan upaya yang telah dilakukan kementrian kebudayaan dalam melestarikan cagar budaya dengan memberikan kompensasi keringanan biaya pajak, membantu memelihara dengan pengecatan, pemeliharaan gedung yang rusak.

“Kemudian kita sosialisasi kepada para warga. Kemudiam kita melakukan kerja sama dengan swasta untuk sama-sama membantu dengan CSR mereka,” tutupnya. (Sas/Ace/yan)

 

Terpopuler