Connect with us

Kota Malang

Menristekdikti Harapkan UM Setarakan Pendidikan Level Internasional

Diterbitkan

||

Pemukulan gong, penanda soft launching GKB UM. (rhd)

Memontum Kota Malang – Menristekdikti Prof H Mohamad Nasir, PhD, Ak meresmikan Gedung Kuliah Bersama (GKB) Universitas Negeri Malang (UM), jalan Semarang, Kota Malang, Selasa (3/9/2019). Dua gedung kembar mirip twin tower ini merupakan proyek 4 in 1 yang didanai Islamic Development Bank (IsDB) sebesar 860 juta USD, dalam rangka pengembangan kualitas pendidikan perguruan tinggi di Indonesia.

Soft Opening GKB Proyek 4in1 IsDB dilaksanakan mengingat pengerjaan masih berjalan 54 persen dari target penyelesaian hingga akhir Desember 2019. Atau memasuki minggu ke-51 atau 357 hari. GKB UM menjadi salah satu perguruan tinggi project 4 in 1, selain Universitas Jember (Unej), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten. Sebelum 4 in 1, ada pula project 7 in 1 yang melibatkan 7 kampus di Indonesia, selain penerima bantuan 4 in 1.

Penandatanganan prasasti GKB UM. (rhd)

Penandatanganan prasasti GKB UM. (rhd)

“UM saya lihat kampusnya semakin maju dan luar biasa. Demikian pula kampus-kampus di Indonesia sudah semakin maju. Tinggal bagaimana upaya UM dan kampus-kampus lainnya memberikan yang terbaik kepada negara, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Khususnya hingga level internasional,” ungkap Prof. Nasir, saat launching dihadapan Walikota Malang Sutiaji dan para petinggi Perguruan Tinggi se-Malang Raya.

Nasir mencontohkan beberapa universitas luar negeri yang telah menerapkan sistem pembelajaran menggunakan Artificial Intelegence (AI) dan pola Distance Learning. “Konsepnya sudah sangat luar biasa. Sekarang saya minta apa yang bisa diberikan kampus-kampus di Indonesia ke negara. Saya minta semboyan UM itu sederhana saja, tidak usah muluk-muluk, jangan tinggi-tinggi. Cukup dari UM untuk dunia,” tandasnya.

Dua GKB ini berdiri di atas lahan seluas 39.640 meter persegi dan total luas gedung keduanya 44.917 meter persegi. Dua menara kembar ini bertipikal sama dengan memiliki 9 lantai. Dimana fungsi tiap lantai berbeda. Diantaranya lantai 1 dan 2 untuk area parkir, laboratorium, ruang dosen dan ruang kuliah; lantai 3 hingga 7 untuk ruang kelas, ruang seminar, ruang baca, ruang dosen, perpustakaan, dan common space area; lantai 8 dan 9 untuk auditorium, ruang serbaguna berdaya tampung 500 peserta, ruang seminar daya tampung 100 peserta, ruang testing center, dan laboratorium bahasa.

Bersama jajaran Rektorat, IsDB, Forkompinda, dan undangan, meninjau gedung. (rhd)

Bersama jajaran Rektorat, IsDB, Forkompinda, dan undangan, meninjau gedung. (rhd)

Sementara itu, Rektor UM Prof Dr AH Roffiudin, MPd menyampaikan, dua GKB UM yang dibangun mulai Agustus 2018, diharapkan akan memberikan pengaruh besar terhadap pengembangan kapasitas dan kapabilitas UM di masa mendatang.

“Saat ini sudah berjalan 357 hari dari target penyelesaian selama 660 hari. Masing-masing GKB dengan posisi saling berhadapan antara bagian utara dan selatan. Rencananya, pada bagian tengah GKB akan dilengkapi ruang hijau yang bertujuan untuk meningkatkan atmosfer pembelajaran inovatif,” terang Rofi, sapaan akrabnya. (adn/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler