Connect with us

Bangkalan

Tingkatkan IPM Jatim, 11 PTN Gelar Raker di UTM

Diterbitkan

||

Gubernur Jawa Timur saat menghadiri Raker 11 PTN di UTM, (6/8/2019)

Memontum Bangkalan – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah Jawa Timur khususnya Bangkalan tergolong masih rendah. Untuk meningkatkan hal itu, 11 PTN se Jatim menggelar raker untuk membahas peningkatan IPM di Universitas Trunojoyo Madura, Selasa (6/7/2019).

Raker ini juga dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya, peningkatan IPM dapat didukung oleh peningkatan kualitas pendidikan.

Ia mengatakan, saat ini provinsi telah membuat program pendukung bagi sekolah tingkat SMA/SMK yakni TisTas (Gratis Berkualitas,red). Program ini diharapkan mampu membekali para generasi muda untuk memiliki skill agar mampu bersaing di pasar kerja.

“Dengan program TisTas itu diharapkan anak-anak kita mampu memiliki Skill agar mampu bersaing. dengan begitu, pengangguran dapat berkurang,” terangnya.

Dikatakan, saat ini di wilayah Jawa Timur terdapat 15 kabupaten/kota yang tingkat IPMnya masih berada dibawah rata-rata. Salah satunya kabupaten Bangkalan, yang memiliki tingkat IPM terendah nomer dua setelah Kabupaten Sampang.

“Penghambat peningkatan IPM itu faktornya bisa dari Kesehatan, Pendidikan, Daya Beli Masyarakat dan lainnya. Nah, PTN sebagai akademisi diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar generasi muda kita,” terangnya.

Tak hanya itu, ia berharap para mahasiswa yang menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN,red) mampu mengajak masyarajat khususnya generasi sebayanya untuk termotivasi melanjutkan pendidikan ditingkat perguruan tinggi.

“Para mahasiswa bisa masuk ke kecamatan dan desa untuk memotivasi langsung masyarakat kita. Supaya kultur sekolah hanya tingkat SMA itu dapat dihapuskan dan naik ke perguruan tinggi,” tegasnya.

Sementata itu, Rektor UTM Muh Syarif mengatakan saat ini UTM dan 10 PTN lainnya sedang merencanankan KKN bersama. Tak hanya itu, pemetaan potensi lokal juga perlu dilakukan.

“Kita ada rencana untuk KKN bersama. Selain itu, pemetaan potensi lokal juga dapat mendongkrak percepatan pengembangan potensi daerah,” ucapnya. (isn/nhs/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler