Pendidikan

Pengukuhan Guru Besar Polinema
lenjag

FKH UB Totalitas Perketat Kesehatan Hewan Kurban, Terapkan Pelaporan Online

  • Senin, 5 Agustus 2019 | 19:14
  • / 3 Djulhijjah 1440
FKH UB Totalitas Perketat Kesehatan Hewan Kurban, Terapkan Pelaporan Online
Sinergi tim FKH UB dan Dinas Peternakan Siap totalitas. (rhd)

Memontum Kota Malang – Dalam pelepasan petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban tahun 2019 di berbagai daerah di Jawa Timur, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) akan menggunakan sistem pelaporan online dalam pemantauan pelaksanaan pemotongan hewan kurban. Selain Malang Raya, petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban juga diterjunkan ke Kota Mojokerto, Lamongan, Blitar, Pasuruan dan beberapa lokasi dimana dokter hewan dan mahasiswa FKH UB berdomisili.

“Pemeriksaan hewan kurban rutin dilakukan FKH UB sejak 2008 silam di beberapa titik, dimulai dari Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Bahkan, beberapa tahun terakhir sudah ada tambahan lokasi, yakni di Kota Mojokerto, Lamongan, Blitar dan Pasuruan. Ada juga dari domisili petugas dokter hewan, dosen dan mahasiswa FKH UB,” jelas Wakil Dekan Bidang akademik, drh Dyah Ayu Oktavianie MAP, Biotech.

Rektor UB sematkan jas tenaga kesehatan, simbol pelepasan petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban tahun 2019. (rhd)

Rektor UB sematkan jas tenaga kesehatan, simbol pelepasan petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban tahun 2019. (rhd)

FKH UB bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bagian Peternakan Kota Malang untuk memeriksa dan memantau kondisi kesehatan hewan kurban. Untuk petugas dari FKH UB akan terjun ke lapangan pada H-1 Idul Adha. Apabila ditemukan kondisi hewan kurban yang tidak sehat, akan dilaporkan di Dinas terkait.

“Nantinya, apabila ada masalah terkait hewan kurban, petugas bakal melapor ke Dinas Pertanian dalam hal ini bidang peternakan terkait di daerahnya masing-masing. Petugas kami ada mahasiswa sarjana berjumlah 498, profesi dokter hewan 270 dan dosen 38. Akan kami terjunkan ke Malang, Batu, Mojokerto, Lamongan, dan lainnya. Di Malang dan Batu ada 80 titik dan wilayah sekitarnya ada 40 titik jadi total 120 titik,” jelas Dyah Ayu, mendampingi Dekan FKH UB, Dr Ir Sudarminto Setyo Yuwono M App Sc.

Dalam pelaporannya, nantinya FKH UB akan menggunakan sistem pelaporan online untuk memudahkan petugas melaporkan kondisi di lapangan. Sehingga ketika suatu daerah mengirimkan data, jadi lebih mudah.

“Nantinya, database tersebut bisa digunakan sebagai bahan pembelajaran yang diambil berdasarkan kasus. Bukan lagi sekedar tatap muka dari teori. Akan kami buat form untuk mengisi data kasus yang ditemukan pada saat pemeriksaan berikut juga foto hewan kurban dan data lain yang diperlukan,” beber Dekan FKH UB, Dr Ir Sudarminto Setyo Yuwono M App Sc, saat melepas petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban tahun 2019, di gedung UKM UB, Senin (5/8/2019).

Penggunaan sistem pelaporan online ini untuk memudahkan para petugas baik mahasiswa maupun dosen yang ditugaskan di daerah asalnya.

“Tak hanya di Malang, karena mahasiswa juga dari beberapa daerah di Indonesia. Ada di luar Jawa dan lainnya. Harapannya, cakupan pemeriksaan kami ada di seluruh Indonesia sesuai dengan asal mahasiswa FKH,” tandas Sudarminto.

Sementara dalam workshop, diberikan pembekalan tentang bagaimana teknik pemeriksaan hewan kurban secara syar’i, penyembelihan hewan dan halal center. Dan mengidentifikasi kelainan-kelainan yang ada pada hewan kurban.

“Kami memberikan materi penyembelihan hewan kurban syar’i sesuai syariah Islam sehingga nanti benar-benar dipastikan kehalalannya. Selain penyembelihan yang sesuai kode etik kedokteran hewan, kami juga berikan cara menjinakkan hewan sebelum disembelih,” tambah Dyah Ayu. (adn/yan)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional