Connect with us

Pendidikan

Mahasiswa iSTTS Kelola Limbah Tekstil Jadi Aksesoris Cantik

Diterbitkan

||

Mahasiswa iSTTS Kelola Limbah Tekstil Jadi Aksesoris Cantik

Memontum Surabaya – Persoalan sampah di Indonesia tak ada habisnya. Apalagi terkait masalah limbah tekstil. Limbah tekstil di Indonesia sendiri berada di urutan kedua sebagai penyebab pencemaran lingkungan terbesar setelah minyak. Prihatin dengan masalah tersebut, mahasiswa dari Institut Sains Terapan dan Teknologi Surabaya (iSTTS) dari program studi Desain Produk membuat sebuah inovasi berbahan dasar limbah tekstil.

Agatha Dinarah selaku dosen pengampu mata kuliah Desain Produk menuturkan, jika kegiatan ini sebagai bentuk pemanfaatan limbah tekstil menjadi sesuatu yang baru dan mempunyai nilai. “Jadi ini merupakan tugas ujian bagi mahasiswa jurusan Fashion Aksesoris Produk dari Prodi Desain Produk. Yang mana para mahasiswa ini diminta membuat suatu inovasi dari limbah tekstil,” ungkap Dinar.

Selain memanfaatkan limbah tekstil, lanjut Dinar, para mahasiswa juga melakulan pengamatan sosial. Salah satu contohnya adalah Gwimyeon yang mengankat tema kepalsuan. Dari tema itu, terdapat icon grup band asal Korea Selatan BTS sebagai bentuk implementasi.

Gwimyeon ini merupakan sebuah perhiasan khas Korea yang dirancang menggunakan material dasar dari tekstil bekas. Selain itu, perhiasan ini juga dipadukan dengan metal sehingga tidak meninggalkan kesan ciri khas dari boyband Korea.

“Karena anak muda sekarang kan sukanya budaya luar, terus penampilannya berlebihan biar diakui lingkungannya. Padahal tidak sesuai dengan kondisi aslinya,” kata Dinar.

Dengan adanya inovasi itu, Dinar berharap masyarakat bisa memanfaatkan limbah tekstil untuk menjadi sesuatu yang baru.

“Tentunya ini bisa jadi satu rekomendasi desain, entah itu starup bidang aksesoris atau UKM. Kalau bisa mereka nggak menggunakan material baru. Jadi dari hal sederhana itu bisa diolah menjadi sesuatu yang baru,” pungkasnya.

Diketahui, dalam pembuatan inovasi ini ada 10 produk karya mahasiswa. Inovasi itu di antaranya sepatu, baju, dompet, tas, hingga aksesoris. (sur/ano/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler