Pendidikan

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang
lenjag

UB Berikan Keringanan dan Pembebasan UKT

  • Rabu, 15 Mei 2019 | 22:18
  • / 10 Ramadhan 1440
UB Berikan Keringanan dan Pembebasan UKT
Rektor UB (ketiga kanan), didampingi Wakil Rektor I, II, dan IV, saat menjawab pertanyaan awak media. (rhd)

Memontum Kota Malang – Menanggapi berita yang telah beredar terkait kendala yang dihadapi Peter Ananthaputra Judianto, camaba yang hampir mundur dari Universitas Brawijaya (UB) jalur SNMPTN, lantaran UKT-nya terlampau tinggi. Pihak UB pun memberikan klarifikasinya.

“Setelah viral, saya sempat ditelpon pak Wagub Emil Dardak untuk kebenarannya. Setelah kami telusuri, Peter memang anak seorang dokter ASN di RSSA. Namun kini sedang sakit dan tak memungkinkan praktek dokter. Waktu itu dia tak mengajukan, karena kebingungan. Ternyata dia sudah membayar penuh karena sudah ditanggung rekan kerabat ayahnya. Kemungkinan untuk semester depan akan diajukan,” jelas Rektor UB Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR, A.R.,M.S, kepada awak media, dalam acara Bonsai, Bincang dan Obrolan Santai, di Ruang Jamuan, Gedung Rektorat lantai 6, Rabu (15/5/2019) siang.

Awak media yang hadir. (rhd)

Awak media yang hadir. (rhd)

Merujuk Peraturan Rektor nomor 17/2019 tentang Penundaan, Penurunan Kategori, Keringanan, dan Pembebasan UKT, SPP, dan SOFP bagi mahasiswa program pendidikan vokasi dan program sarjana. Nuhfil menjelaskan bahwa ada dua jenis beasiswa, yakni beasiswa Bidik Misi, dimana biaya UKT dan biaya hidup ditanggung; Dan beasiswa lain bagi mahasiswa tidak mampu, pandai, dan kriteria lainnya yang ditetapkan dari pendonor/pemberi beasiswa. “Kuota bidik misi sekitar 10 persen, sedangkan beasiswa lain lebih dari 10 persen. Total beasiswa lebih dari 20 persen,” jelas Nuhfil.

Sebagai informasi, Peter Ananthaputra Judianto, merupakan siswa SMAN 3 Kota Malang peraih nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) terbaik jurusan IPA tingkat SMA se-Kota Malang. Peter diterima melalui jalur SNMPTN pada jurusan Teknik Kimia UB. Usai melalui proses daftar ulang, peraih nilai sempurna tiga mapel UNBK tersebut, memperoleh UKT Rp. 7.6 juta per semester. Atas besaran tersebut, Peter sempat memilih mundur.

“Penundaan tidak berarti tidak ada pembayaran. Penundaan bisa dilunasi sekali atau beberapa kali di semester tersebut. Bahkan karena dianggap berat sekali, dengan beberapa data baru tambahan, maka bisa jadi dibebaskan,” terang Wakil Rektor II Prof. Dr. Gugus Irianto, didampingi WR I Prof.Dr.drh.Aulanni’am, DES, dan WR IV Prof.Dr.Ir.Moch.Sasmito Djati, M.S.

Gugus menjelaskan, Peraturan Rektor nomor 17/2019 tentang Penundaan, Penurunan Kategori, Keringanan, dan Pembebasan UKT, SPP, dan SOFP bagi mahasiswa program pendidikan vokasi dan program sarjana, dapat dilihat di website Universitas Brawijaya. (adn/yam)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

    Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional