Pendidikan

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS
lenjag

ITN Raih Juara 1 dan 2 LKTB 2019

  • Selasa, 14 Mei 2019 | 22:03
  • / 9 Ramadhan 1440
ITN Raih Juara 1 dan 2 LKTB 2019
Tim The Engineer (tiga kanan) dan tim Beton Tahan Serang (BTS). (tiga kiri) (rhd)

Memontum Kota Malang – Penggunaan semen dengan jumlah yang relatif banyak untuk meningkatkan mutu beton, ternyata dapat menimbulkan efek negatif bagi lingkungan. Dimana dalam proses pembuatan semen sendiri, mampu mengasilkan gas buang Karbondioksida (CO2) yang dapat menyebabkan terjadinya polusi udara.

Menyadari permasalah tersebut, dua tim mahasiswa Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, mencoba memanfaatkan fly ash (abu terbang) atau limbah batu bara sebagai pengganti semen dalam pembuatan beton. Kedua tim, yakni tim The Engineer, beranggotakan Reynhard Bayu Prananda Ghunu, I Komang Azi Sunarya, dan Wahyu Bangkit Pangestuaji. Serta tim Beton Tahan Serang (BTS), digawangi Dian Roby Sugara, Fellix Christovel Sambaiang dan Riski Kirniawan. Atas temuan ini, kedua tim akhirnya berhasil meraih juara 1 dan 2, di ajang Lomba Kuat Tekan Beton (LKTB) 2019.

LKTB merupakan sebuah kompetisi yang menuntut para pesertanya untuk berinovasi membuat beton yang efisien, berkualitas dan ramah lingkungan.

“Dalam lomba ini, kami dituntut untuk mengurangi penggunaan semen, tapi beton yang dihasilkan harus tetap berkualitas. Lalu kami mengganti dengan fly ash atau abu terbang hasil dari sisa pembakaran baru bara,” jelas Reynhard, Ketua tim The Engineer.

Sebagai informasi, pembakaran batu bara menghasilkan fly ash. Jika fly ash dibiarkan di udara terbuka, akan menjadi racun bagi lingkungan. Atas dasar ini, delegasi mahasiswa ITN memanfaatkan untuk material pengganti semen.

“Hasil penelitian kakak tingkat, disebutkan komposisi penggunaan fly ash sebesar 45 persen sampai 50 dari jumlah total semen itu masih bagus. Misalnya, kita pakai semen 200 kilogram (kg), sementara dalam beton ada yang namanya semen total. Dalam membuat beton kita gunakan 200 kg fly ash dan 200 kg semen 200 kg. Artinya kita menggunakan 50 persen, dengan anggapan semen totalnya 400 kg,” terang Reynhard.

Berdasarkan penelitian yang ada, fly ash mampu menaikkan kuat tekan beton dalam waktu yang lama. Dari segi ekonomi, penggunaan fly ash dapat mengurangi biaya produksi dalam pembuatan beton, karena harganya lebih murah dibandingkan semen.

“Dari segi harga, lebih murah fly ash dibandingkan semen. Dan fly ash mudah dibeli di toko bangunan,” tambah Reynhard.

Dalam kompetisi LKTB yang diselenggarakan di Universitas Kristen Petra Surabaya tersebut, tim The Engineer dan BTS mampu menyingkirkan 73 tim lainnya yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

“Untuk bisa menjadi juara, diperlukan kepandaian dalam menghitung, ketelitian, dan kepekaan pada saat pencampuran bahan. Meskipun hitungannya sudah benar, tapi belum tentu pada saat pencampuran bahan di lapangan bisa tepat,” tandasnya. (adn/yan)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

    Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional