Pendidikan

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS
lenjag

Usai Akreditasi B, IBU Targetkan 1.500-2.000 Camaba

  • Kamis, 9 Mei 2019 | 22:05
  • / 4 Ramadhan 1440
Usai Akreditasi B, IBU Targetkan 1.500-2.000 Camaba
Rektor IBU Dr. H. Nurcholis Sunuyeko, M.Si, saat menjelaskan kondisi terkini IBU, sebelum bukber. (rhd)

Memontum Kota Malang – Setelah dua kali mengikuti tahapan akreditasi perguruan tinggi, Program Studi Pasca Sarjana IKIP Budi Utomo (IBU) akhirnya mendapatkan peningkatan hasil akreditasi, dari akreditasi C menjadi akreditasi B. Tentunya peningkatan ini sekaligus menandai semua prodi di IBU, bahwa akreditasi terendah yaitu terakreditasi B.

“Terimakasih untuk Direktur dan para dosen Pasca Sarjana dalam peningkatan akreditasi tersebut. Saya berbangga karena akreditasi Pasca Sarjana IBU ini sudah berjalan dua kali, dan kedua kalinya sudah mencapai akreditasi B, dari sebelumnya akreditasi C,” jelas Rektor IBU Dr. H. Nurcholis Sunuyeko, M.Si, di Kampus C IBU, jalan Citandui, Kota Malang, saat buka puasa bersama awak media dan dosen, Rabu (8/5/2019) petang.

Menurut Nurcholis, peningkatan akreditasi tersebut merupakan hasil berbagai upaya yang telah disusun dan dipersiapkan oleh IBU. Atas raihan ini, Rektor IBU berharap lima tahun ke depan ada peningkatan akreditasi kembali dari B menjadi A.

“Apa yang sudah kita susun bersama dan menempatkan sesuatu sesuai porsinya, membuat kita mendapatkan hasil dengan peningkatan akreditasi saat ini. Saat ini semua sudah terakreditasi B. Harapannya, lima tahun ke depan harus ada yang terakreditasi A,” tambah Nurcholis.

Diakui Nurcholis, saat ini IKIP Budi Utomo terus meningkatkan fasilitas dan teknologi untuk upgrade kualitas pendidikan, seperti paperless mauupun inovasi lain. Bahkan berbagai upaya lainnya, menjadikan IBU mendapatkan berbagai kerjasama lagi dari universitas luar negeri.

“Kemarin, IBU telah menjalin MoU dengan dua universitas dari Taiwan. Harapannya dan kami targetkan, ada universitas Eropa yang akan bekerjasama dengan IBU di waktu yang akan datang,” beber Nurcholis.

Menurutnya, PTS bisa dilihat kapabilitasnya dari beberapa elemen, seperti banyaknya mahasiswa, tingkat akreditasi, besarnya gudang kuliah, dan lainnya. Elemen tersebut menjadikan poin pilihan calon mahasiswa baru dalam memilih kampus. Seperti yang dilakukan empat pemain Arema FC yang memilih kuliah di IBU pada tahun akademik 2019/2020 ini.

“Mereka adalah Muhammad Rafli, Kurniawan Kartika Aji dan Hanif Abdur Rauf Sjahbandi, yang mendaftar di S1. Sedangkan David Setiawan mendaftar sebagai mahasiswa Pascasarjana S2,” terang Nurcholis.

Pada tahun ini, IBU menargetkan 1500 hingga 2000 calon mahasiswa baru yang mendaftar untuk perkuliahan 2019/2020. “Kalau sebelumnya jatah kita hanya 1100 mahasiswa sesuai rasio. Tahun ini, dosen IBU telah bertambah dan camaba kita naikan 1500 hingga 2000 pendaftar,” tandas Nurcholis Sunuyeko. (adn/yan)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

    Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional