Pendidikan

iklan Penerimaan Mahasiswa baru universitas wisnuwardhana
lenjag

Warga Seban Dihibur Sang Lengger, Karya Sineas SMK PGRI 05 Kencong

  • Sabtu, 18 November 2017 | 23:04
  • / 28 Safar 1439
  • Dibaca : 522 kali
Warga Seban Dihibur Sang Lengger, Karya Sineas SMK PGRI 05 Kencong
Warga Pesisir Paseban Antusias melihat Film Karya SMK 05 PGRI Kencong

Memontum Jember — Sineas muda multi media dari SMK PGRI 05 Kencong menggelar nonton bareng hasil karya sendiri. Film bergenre kolosal cerita perjuangan penari latar tersebut, menarik minat ratusan penonton warga Desa Paseban.

Durasi film 30 menit tersebut diputar di pinggir pesisir pantai Paseban, Minggu (18/11/2017) malam. Dengan penerangan yang sangat redup membuat warga terlarut dalam cerita yang melegenda asal Wonosobo tersebut.

Tari Lengger sendiri, adalah tarian sakral yang memang ada filosofi perjuangan penyebaran agama Islam di tlatah Jawa pada jaman wali ataupun kerajaan.

Mengupas sedikit tari Lengger adalah cerita rakyat tentang kisah asmara Galuh Candra Kirana dan Panji Asmoro Bangun, pada jaman kerajaan Jenggolo Puro dan Jenggolo Manik. Untuk mempererat pemerintahan kedua kerajaan besar itulah, kisah pilu ini berawal.

Saat kedua pasangan ini disatukan, ternyata ada seseorang yang iri hati. Hingga salah satu pasangan perempuan bernama Galuh Candra Kirana terusir dari kerajaan dan menyamar sebagai penari Lengger jalanan. Hingga pada akhir cerita, sang putri membuka kedok. Siapa dia sebenarnya dan menikahlah keduanya hingga kemakmuran kedua kerajaan tersebut tercipta.

Kisah penari Lengger yang difilmkan para sineas muda ini, adalah perjuangan seorang wanita yang tangguh dalam hal cobaan dan cemohan orang di sekitarnya. Mereka memandang sisi lain sang penari yang banyak dikerubungi lawan jenis.

“Kadang membuat image jelek, kadang sebagian warga yang tidak mengerti akan perjuangan sang Lengger,” ujar salah satu guru sastra SMK PGRI 05 Kencong, Utok Tri Wahyono Spd.

Utok juga menambahkan jika pembuatan film ini melibatkan kurang lebih 40 siswa siswi. Menghabiskan waktu 1 bulan karena meliputi 4 tempat berbeda. Juga melibatkan aktor anak figuran dari sekolah MI Mudipaca Dusun Balekambang, untuk menambah senergritas antar penerus bangsa.

“Ini untuk wawasan bersama tentang pelestarian budaya warisan nenek moyang,” pungkasnya. (lum/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional