Connect with us

Kabupaten Malang

Pelepasan Siswa RA/MI Sunan Giri Ringinsari Sumawe Diwarnai Rasa Haru dan Tetes Air Mata

Diterbitkan

||

Pelepasan Siswa RAMI Sunan Giri Ringinsari Sumawe Diwarnai Rasa Haru dan Tetes Air Mata

Memontum Malang – Sebanyak 63 siswa-siswi RA (Raudlatul Atfal) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) SunanGiri Ringinsari Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang tahun ajaran 2018-2019, Rabu (1/5/2019) siang tadi dilepas.

Berlangsung meriah, namun dalam prosesi pelepasan siswa-siswa kalangan anak usia dini itu diwarnai rasa haru. Kondisi itu membuat para wali mu dengan mata berkaca-kaca.

Hal itu terjadi, selain dengan kebolehan yang tidak kalah bersaing dengan kalangan usia anak dewasa, keberangkatan mereka menuju panggung wisuda diantar oleh kedua orang tua.

“Itu sebagai bentuk pendidikan karakter untuk anak usia dini. Diawali dengan wisuda ini, ilmu itu akan terus melekat, baik jika mereka sudah bermasyarakat,khususnya rasa hormat dan tawadzu’ mereka terhadap kedua orang tua, ” terang Mashuri, salah seorang tokoh pemuda sekaligus penata acara dalam kegiatan ini.

Masih kata Mashuri, seperti ketentuan dalam Tatib wisuda,sebelum mereka beranjak menuju panggung, diawali cium tangan kedua orang tua,berlanjut kepada dewan guru sebelum penyematan toga wisuda.

Kepala MI Sunan Giri Muhlis SPdi Saat Menyematkan Toga Wisuda. (H Mansyur Usman/Memontum.Com)

Kepala MI Sunan Giri Muhlis SPdi Saat Menyematkan Toga Wisuda. (H Mansyur Usman/Memontum.Com)

Sisi lain, yang mengundang keharuan para wali murid ini, dengan merdunya instrumen musik dengan syairnya yang bertumpu pada perjuangan seorang guru dan orang tua mereka dalam detik-detik melahirkan. Seperti penggalan lagu terimakasih bunda.

“Terimakasih bunda,terimakasih jasamu. Aku tak bisa balas jasamu. Kau didik aku dengan kasih sayangmu. Ku berdoa, semoga tetap sehat….”,

Ada lagi penggalan syair lagu detik-detik saat ibu melahirkan.

“Perjuangan sang bunda rela menjalani tantangan maut dan ajal.Semua itu dijalani dengan penuh kesabaran….”.

Sementara, Muhlis SPdi, Kepala MI Sunan Giri dalam sambutannya mengatakan, ini pertemuan terakhir kami sebelum kami kembalikan kepada orang tua. Selamat jalan.. Selamat melanjutkan ke jejang yang lebih tinggi.Mohon maaf yang sebesar -besarnya manakala ada kesalahan para dewan guru.

“Wajah anak-anak RA dan MI Sunan Giri,adalah wajah berahlaqul karimah. Wajah yang penuh bakti,kepada orang tua,guru, bangsa,negara dan agama, ” sebuah penggalan kata Halimatuz Sa’diyah salah seorang guru sekaligus pemandu wisuda. (Sur/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler