Pendidikan

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang
lenjag

UM Bekali Wawasan Kebangsaan, Melengkapi Pendidikan Kompetensi

  • Selasa, 9 April 2019 | 07:16
  • / 3 Sya'ban 1440
UM Bekali Wawasan Kebangsaan, Melengkapi Pendidikan Kompetensi
Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, menjelaskan pentingnya wawasan kebangsaan bagi generasi muda di era globalisasi. (rhd)

Memontum Kota Malang – Wawasan kebangsaan harus menjadi ruh pendidikan baik dalam sekolah dan kampus saat ini. Tak lagi dogmatis, namun menjiwai kiprah pendidikan. Selain menguasai kompetensi pendidikan, diharapkan mahasiswa sebagai generasi muda milenial harus menguasai wawasan kebangsaan yang kokoh agar mampu menghadapi tantangan apapun.

“Kami merasa bertanggungjawab atas Pancasila sebagai landasan etimologi di semua bidang, khususnya pendidikan sebagai landasan dasar. Hakikat pendidikan untuk hidup, harus berbasis pada kehidupan yaitu Pancasila. Pendidikan nasional harus sesuai visi misi kebangsaan yang tak lepas dari pendidikan karakter. Agar tidak terlalu mudah terpengaruh ideologi dari barat. Meski sebagian besar pakar ideologi dari barat,” ungkap Plt Kepala Badan Pembinaan Idiologi Pancasila, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd.

Rektor UM Prof. Dr. AH. Rofi'uddin, M.Pd., memberikan cinderamata kepada Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. (rhd)

Rektor UM Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd., memberikan cinderamata kepada Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. (rhd)

Hariyono menyebut sejumlah pakar ideologi dunia, seperti penganut kapitalis, marxisme, konstruksi diri, dan lainnya. Namun, melalui ideologi Pancasila semakin jelas, dimana semakin tumbuh subur jika diedukasi dan dipupuk dalam mahasiswa. Sehingga Pancasila sebagai basis kehidupan berdasarkan nilai kearifan lokal.

“Sebagian milenial kurang wawasan kebangsaannya, karena lebih mudah terpengaruh barat. Sehingga pendidikan wawasan kebangsaan seperti ini sangat diperlukan, untuk menguatkan akar kebangsaan sebagai warisan sosial budaya dan politik,” tambah mantan Wakil Rektor I UM ini.

Seminar Nasional dengan tema “Pendidikan Berwawasan Kebangsaan pada Era Indusri 4.0: Tinjauan Kesejarahan, Kekinian, dan Masa Depan”, yang dihelat di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM), Senin (8/4/2019), selain menghadirkan Plt Kepala Badan Pembinaan Idiologi Pancasila, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, juga menghadirkan Rektor UINSA, Prof. Masdar Hilmy, M.A.,Ph.D.

“Makna pendidikan tidak hanya di dalam kelas, namun supporting formal dan non formal. UM harus bisa menyiapkan lulusan menghadapi tantangan dalam ketidakpastian, khususnya revolusi industri 4.0. Karena sebagai milenial, mau tidak mau harus menghadapi. UM diamanati sebagai pusat inovasi pembelajaran. Sekaligus pembekalan wawasan kebangsaan yang harus dimiliki mahasiswa di era saat ini,” terang Rektor UM Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd.

Sementara itu, Dekan FIP, Prof. DR. Bambang Budi Wiyono, MPd, mengatakan seminar ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diikuti 1.700 mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (FIP UM) jenjang S1-S3.

“Dimensi utamanya memiliki karakter yang baik, dan kompetensi yang komparatif. Bagaimana pendidikan kita dalam menghadapi revolusi industri 4.0? Harapannya dapat menambah wawasan untuk melengkapi kompetensi yang dimiliki mahasiswa,” tandas Bambang Budi. (adn/yan)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

    Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional