Pendidikan

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS
lenjag

Pentingnya Humas dalam Membangun Komunikasi Publik

  • Minggu, 10 Maret 2019 | 19:52
  • / 3 Rajab 1440
Pentingnya Humas dalam Membangun Komunikasi Publik
Joko Susilo, menyampaikan tugas, fungsi, dan peran Humas. (rhd)

Senada, Komisaris Malang Post, Husnun N. Djuraid, menyatakan beberapa lembaga, institusi, perguruan tinggi, ada yang tidak memiliki Humas. Kalaupun ada, kurang berjalan sebagaimana fungsinya. Sebab SDM humasnya seadanya atau asal comot. Sehingga mereka rentan menjadi lahan basah wartawan abal-abal (bodrex).

“Media Relations sangat penting, artinya sebagai wujud komunikasi dan mediasi antara lembaga dengan publiknya. Fungsi media relations adalah mempublikasikan seluas-luasnya informasi guna menciptakan pengetahuan dan memberi pengertian bagi publiknya. Jika SDM-nya tidak memahami tupoksi, akan fatal,” ungkap Husnun

Husnun mencontohkan, program Full Day School masih menjadi polemik di masyarakat, mulai awal muncul hingga saat ini. Padahal program tersebut untuk merangsang guru dan kepala sekolah agar lebih kreatif mengatur pola pembelajara, misal dengan mengkonversi bakat olahraga dengan nilai eskul.

“Hal ini tak tersampaikan Kementerian dengan baik. Pun, isu program penghapusan pelajaran agama, penghapusan sertifikasi guru, pernyataan menteri di beberapa media. Kemendikbud harus sering mengntisipasi, agar tidak sering kedodoran dalam menghadapi isu. Terlebih, pendidikan menjadi komoditas politik, baik dalam Pilkada, Pileg, dan Pilpres saat ini,” tandas Husnun.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Publik dan Kerjasama Luar Negeri Kemendikbud, Drs. Soeparto, MPd, mengakui problematika atas kurangnya jumlah pemberitaan, kurangnya partisipasi satker dan karyawan dalam pemberitaan, serta kurangnya publikasi berita Kemendikbud.

“Banyak hal yang belum terekspos keluar. Dari 365 Satker, dimana per satker ditarget 2 kegiatan per bulan. Dari total 730 kegiatan, publikasi berita Februari 2019 hanya 38 berita di portal Kemendikbud.go.id. Tentunya, jumlah berita ini terbilang minim. Antara jumlah kegiatan dan jumlah berita ketimpangannya sangat jauh. Bahkan sebagian besar isinya straight news dari kegiatan. Berita humanis dan features sangat minim,” ungkap mantan Kepala KUI UMM ini. (adn/yan)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

    Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional