Pendidikan

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang
lenjag

Puspendik Kemendikbud Gembleng Puluhan Guru, Siap Hadapi Unas

  • Senin, 18 Februari 2019 | 20:13
  • / 12 Jumadil Akhir 1440
Puspendik Kemendikbud Gembleng Puluhan Guru, Siap Hadapi Unas
PAPARAN - Kepala Puspendik Kemendikbud RI, Mochammad Abduh PhD memberikan pemaparan kepada para guru Smamita dan sekitarnya untuk memahami sistem pendidikan yang layak agar siswa siap menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UMBK), Jumat (15/2/2019) sore

Memontum Sidoarjo – Kehadiran Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud RI, Moch Abduh PhD ke SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) tidak disia-siakan para Kepala Sekolah (Kasek), Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) serta 5 guru mata pelajaran Ujian Nasional (UN). Kehadiran Moch Abduh dimanfaatkan para pendidik ini untuk menggelar sarasehan menghadapi UN.

Meksi acara ini cukup sederhana dan diberi tema Silaturrahim Puspendik Kemendikbud RI, akan tetapi waktu pertemuan ini digunakan mengupas persoalan UN yang bakal dihadapi para siswa dan siswi setingkat SMA/SMK, SMP hingga SD. Puluhan peserta Sarasehan Sukses UNAS 2019 dengan Kepala Puspendik Kemendikbud RI ini mencapai puluhan guru. Mereka berasal dari SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman, MTs Muhammadiyah 1 Taman, SMP Muhammadiyah 2 Taman, SMA Muhammadiyah 1 Taman, SMK Muhammadiyah 1 Taman (SMEA) serta dari SMK Muhammadiyah 2 Taman (STM).

“Kegiatan ini sangat penting, untuk meningkatkan kualitas guru. Terutama 5 guru yang mengajar mata pelajaran untuk UN,” terang Kepala Smamita, Zainal Arif Fakhrudi kepada Memontum.com, Jumat (15/02/2019) sore.

Lebih jauh, pria yang akrab dipanggil Arif ini memaparkan usai mendapatkan pencerahan dari Kepala Puspendik Kemendikbud RI membuat para guru dan Kasek semakin terbuka terutama untuk materi soal yang berkaitan dengan mata pelajaran UN. Misalnya terkait soal-soal penalaran yang mewajibkan siswa menggunakan nalar dan memperbanyak literasi serta kemampuan membacanya. Apalagi hal itu dikaitkan pada persoalan-persoalan penjabaran yang bersifat aktual dan faktual.

“Soal UN yang seperti ini, mendorong siswa menggalakkan budaya membaca dan literasi serta tidak membuat siswa terkotak pada jawaban yang sudah ada. Hal ini juga mendorong siswa berpikir enjoy dan aktual,” imbuhnya.

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

    Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional