Pendidikan

POLITEKNIK NEGERI MALANG
lenjag

Tim Witter-64 FT-UB Raih Juara 1 Design Innovation Project 2018

  • Selasa, 22 Januari 2019 | 19:45
  • / 15 Jumadil Uula 1440
Tim Witter-64 FT-UB Raih Juara 1 Design Innovation Project 2018
Tim Witter-64 FT-UB. (rhd)

Memontum Kota Malang – Tim Witter-64 dari Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) menorehkan prestasi dalam kompetisi Design Innovation Project 2018, di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dalam kompetisi yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Sumber Daya Air (Himasda), tim Witter-64 berhasil membawa pulang piala juara 1 dan uang Rp 12 juta.

Dengan ide yang cukup sederhana, tim yang beranggotakan Gatot Iman S. (Ketua/T. Pengairan 2015), Irma Yunita (T. Pengairan 2015), dan Dhiya Ulhaq A. (T. Pengairan 2015), mengusung tema pengendalian banjir terpadu dalam mencapai visi pembangunan nasional di daerah aliran Sungai Citarum, khususnya daerah Daeyeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Berangkat dari permasalahan sungai Citarum yang sering mengalami banjir, Tim Witter-64 berhasil menganalisa alasan dibalik fenomena tersebut. Penyebab terjadinya banjir yaitu sedimentasi akibat adanya erosi lahan, limbah cair, dan limbah sampah, yang berdampak pada pendangkalan.

“Ide yang kami bawakan untuk pengendalian banjir terpadu di sungai Citarum sebenarnya cukup sederhana. Yakni dengan menggunakan 2 perencanaan, yaitu perencanaan struktural dan non-struktural,” jelas Gatot, Ketua Tim Witter-64.

Perencanaan struktural yang dimaksud, yaitu normalisasi atau pengerukan sedimen di dasar sungai Citarum untuk menambah kapasitasnya dengan melebarkan penampang sungai. Untuk memaksimalkan normalisasi, digunakannya konsep green barrier atau sering disebut penghijauan di sempadan sungai menggunakan pohon Rasamala yang dapat mengurangi limpasan air permukaan dan dapat mengurangi erosi. Selanjutnya dilakukan perencanaan IPAL untuk mengurangi pencemaran limbah domestik rumah tangga.

Sedangkan perencanaan non-struktural berkaitan dengan pembuatan regulasi, edukasi masyarakat, dan adanya penunjang struktural, seperti relokasi dan revitalisasi.

“Semoga dengan kemenangan kami ini, teman-teman diluar sana bisa lebih termotivasi dalam mengembangkan kemampuan dalam diri untuk memberikan prestasi yang terbaik untuk nama besar Jurusan, Fakultas dan Universitas,” harap Gatot.

Dimulai sejak bulan Oktober, para peserta yang terdaftar akan dinilai proposalnya oleh para juri supaya lolos ke tahap final. Tentu penilaian ini berlangsung sangat ketat. Karena dari penilaian para juri, yang berhak untuk mengikuti babak final yang akan berlomba pada 17 – 19 Januari 2019 hanyalah 5 tim finalis. Lima Finalis yang tersisa, yaitu Universitas Jember, Universitas Gadjah Mada, Universitas Pendidikan Indonesia, Institut Teknologi Bandung, serta Universitas Brawijaya. (rhd/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

    Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional