Pendidikan

POLITEKNIK NEGERI MALANG
lenjag

Puluhan Ribu Pelajar Kurang Mampu Dapat BKSM

  • Minggu, 12 November 2017 | 21:08
  • / 22 Safar 1439
Puluhan Ribu Pelajar Kurang Mampu Dapat BKSM
Bupati Faida berharap BKSM ini bisa memberikan dampak yang baik bagi siswa yang kurang mampu dan menyemangati penerima BKSM untuk terus berprestasi

Memontum JemberKepedulian terhadap sesama bukan hanya diapresiasi melalui bantuan kemanusiaan berbasis charity saja, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk program yang nyata. Seperti halnya yang dilakukan oleh Pemkab Jember untuk pelajar kurang mampu, yang diwujudkan dalam bentuk bantuan khusus. Tidak kurang dari 12.825 siswa SMA/SMLB/MA & SMK di Kabupaten Jember mendapat bantuan melalui program Bantuan Khusus Siswa Miskin (BKSM).

Bantuan lain yang diberikan yakni 1.697 unit komputer untuk lembaga SLTP negeri dan swasta di Kabupaten Jember, serta bantuan meubelair SD untuk 277 lembaga, yang terdiri dari 1 unit almari kelas, 1 set meja kursi guru serta 32 set meja kursi siswa.

Bupati Faida berharap BKSM ini bisa memberikan dampak yang baik bagi siswa yang kurang mampu dan menyemangati penerima BKSM untuk terus berprestasi

Bupati Faida berharap BKSM ini bisa memberikan dampak yang baik bagi siswa yang kurang mampu dan menyemangati penerima BKSM untuk terus berprestasi

Dalam sambutannya Bupati Jember menyampaikan akses beasiswa untuk pelajar yang terbuka dan informasinya harus benar-benar sampai pada pelajar dan mahasiswa.

“Bantuan khusus ini harus sampai langsung kepada siswa, dan buku tabungan hari ini harus dibawa pulang oleh masing masing siswa,” ucap Bupati Faida, dalam sambutannya pada acara penyerahan langsung Bantuan Siswa Miskin (BKSM), di Balai Serba Guna GOR Kaliwates Jember, Sabtu (11/11/2017).

Biaya bantuan untuk kepentingan pendidikan dengan total yang diterima sebesar Rp 1.200.000,- untuk satu tahun per siswa. Untuk tahap pertama dan kedua masing-masing Rp 600. 000,-.

“Jadilah generasi yang peduli, apalah artinya nilai bagus, jika tidak peduli dengan sesama, dan saling membantu,” tutur bupati . Bupati juga mengajak sekaligus menghimbau masyarakat untuk turut serta peduli terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak dengan memastikan tidak ada lagi anak di Kabupaten Jember yang putus sekolah hanya karena kekurangan biaya.

Dengan adanya bantuan ini agar nantinya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, dan kemanfaatannya bisa berumur panjang. Tekad memajukan pendidikan di Kabupaten Jember ini dibuktikan dengan besaran anggaran untuk pendidikan yang mencapai 30% dari total anggaran yang tertuang dalam APBD.

Dihimbau juga, agar tidak ada lagi aksi demo, karena demo tidak akan merubah nasib siswa, kepala sekolah, apalagi guru. “Sejatinya mereka yang berteriak-teriak, tidak berbuat apa-apa, yang dibutuhkan orang yang bekerja nyata,” tukas bupati.

Khusus kepada pihak sekolah, Bupati Faida meminta agar memberikan data yang sebenar-benarnya kepada Pemkab Jember, agar upaya untuk memajukan pendidikan dan membantu siswa bisa tepat sasaran, serta mengajak semua untuk menolak pungli di dunia pendidikan. Ditegaskan, bahwa semua bantuan yang diberikan kepada masyarakat, tidak disertai dengan pungutan biaya. “Miskin bukan akhir segala segalalanya, malas awal kehancuran kalian. Pemuda Indonesia Jauhi narkoba, gunakan teknologi dengan bijaksana,” tegas Bupati Faida. (min/jun)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional