Pendidikan

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS
lenjag

Kampanye ‘BAKSO’ di Sekolah, Prihatin Penggunaan Bahasa Indonesia Campuran

  • Rabu, 2 Januari 2019 | 19:38
  • / 24 Rabiul Akhir 1440
Kampanye ‘BAKSO’ di Sekolah, Prihatin Penggunaan Bahasa Indonesia Campuran
KAMPANYE BAHASA : Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (STIKOSA-AWS) melakukan kegiatan kampanye bahasa ke SMPN 13 Surabaya, Rabu (2/1). Acara Kampanye Sosial yang mengangkat tajuk "BAhasa Kita bahaSa indOnesia (BAKSO)" ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada siswa tingkat pertama pentingnya Bahasa Indonesia yang baik dan benar (rofido)

Memontum Surabaya – Di zaman milenial seperti saat ini, tak sedikit orang yang secara tidak sadar telah menggunakan bahasa campuran(Indonesia-Inggris) dalam bentuk ucapan maupun tulisan. Merasa resah dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar bercampur bahasa asing,mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya(Stikosa-AWS) menggelar kampanye ke sekolahan. Salah satunya, SMPN 13 Surabaya.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “BAhasa Kita bahaSa IndOnesia (BAKSO). “inibertujuan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada siswa tingat pertama, yaknipentingnya Bahasa Indonesia yang baik dan benar bagi kehidupan sehari-hari.

Iga Dinda Santari selakuKetua Pelaksana ‘Bakso’ menilai bahwa masyarakat Indonesia sudah gengsi denganmemakai kata-kata bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dan jika hal inidibiarkan lama-kelamaan, Indonesia akan kehilangan bahasa serta budayanyasendiri.

“Oleh karena itu, acara kampanye sosial ini kami adakan untuk membantumemberikan sedikit edukasi kepada para siswa-siswi SMPN 13 Surabaya tentangbetapa pentingnya bahasa Indonesia,” kata Dinda, sapaan akrabnya, Rabu (2/1/2019).

Dinda juga mengaku, kegiatan yang bertajuk ‘BAKSO’ karena terinspirasi darimakanan yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia.

“Melalui nama tersebut diharapkan teman-teman ini dapat mengingat bahwa Baksotidak hanya makanan yang enak, akan tetapi dibalik kata bakso ada hal yangperlu kita ingat yaitu bahwa Bahasa Indonesia itu adalah bahasa kita. Jadi kitasebagai warga Indonesia tidak boleh melupakan bahasa kita sendiri,” ujarnya.

Mewakili anggotanya yang tergabung dalam Macrocosm, Dinda berharap acaranyaberdampak besar kepada para siswa. Sebab, generasi di era millenial agar tetapmenjadi pribadi yang sukses, namun tidak melupakan bahasa kesatuan RepublikIndonesia yaitu Bahasa Indonesia.

“Harapan-nya supaya dengan adanya acara ini adik-adik millenial bisamembudayakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar,” harapnya.

Sementara itu, Rania Luthfia, salah satu siswi SMPN 13 mengatakan, jikakegiatan ‘BAKSO’ tersebut telahmemberikan banyak manfaat serta informasi mengenai pentingnya bahasa Indonesia.

“Banyak ilmu yang saya dapat dari sini. Saya juga jadi lebih tahu kalau BahasaIndonesia itu sangat penting. Selain memberikan edukasi mengenai bahasaIndonesia, para siswa juga diajarkan cara membuat puisi, serta pemutaran film,”pungkas Rania. (ano/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

    Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional