Pendidikan

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS
lenjag

UINSA Gelar Talk Show, “Jurnalisme Data, Garda Terdepan Melawan Hoaks”

  • Minggu, 23 Desember 2018 | 19:09
  • / 14 Rabiul Akhir 1440
UINSA Gelar Talk Show, “Jurnalisme Data, Garda Terdepan Melawan Hoaks”

Memontum Surabaya – Banyaknya kabar tak benar atau hoax yang semakin merajalela membuat masyarakat merasa diresehkan, juga terdapat beberapa faktor yang disalahkan dalam hal ini, seperti memang kesalahan dari media yang benar memberitakan berita palsu, juga pembaca yang tak teliti dan tak mau mencari tahu akan kebenaran dari rumor. Melihat fenomena ini, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar sebuah Talk Show yang bertajuk “Jurnalisme Data, Garda Terdepan Melawan Hoaks”.

Mendatangkan Andreas Harsono Perwakilan Indonesia Human Righst Watch sejak 2008 dan juga seorang yang turut membantu mendirikan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, Sapto Anggoro sosok pendiri Tirto.id sebagai narasumber di acara Talk Show. Saat acara berlangsung, Andreas pun menceritakan pengalamannya mengenai fake news.

“Jadi fake news itu tidak hanya memberitakan sebuah informasi saja, namun juga dapat mempengaruhi pandangan masyarakat akan sebuah berita,” ujarnya, Sabtu (22/12/2018). Seorang yang juga turut mendirikan AJI Jakarta juga mengatakan, jika menjadi seorang pembaca haruslah memilah berita dan media untuk mendapatkan berita yang nyata dan jelas.

“Verifikasi data itu penting, mulai transparan, jujur, tau urutan materi, dan berfikir terbuka. Jangan mengepost berita-berita atau kata-kata yang tidak benar dan tidak jelas sumbernya,” kata Andreas.

Andreas juga menyatakan, jika media itu tidak homogen. Jadi jangan pernah menyamakan media satu dengan media lain, sebab dalam suatu redaksi tak juga satu pemikiran.

“Maka dari itu harus independensi, seperti aliran juranlisme, netral tidaklah prinsip jurnalisme, posisi media memberitakan berita sesuai kebenaran fungsional, dengan melakukan verifikasi. Dan mengatasi hoaks dengan cara harus melawan dengan verifikasi, juga transparan, jujur,” jelasnya.

Sementara itu, mengenai independensi jurnalisme, menurut Sapto Anggoro cara mempertahankannya tergantung pada kebijakan media. Sebab, media itu sendiri lah yang akan mengarahkan harus kemana jurnalisme sendiri.

“Tidak apa-apa kalai independen, tapi sebenarnya jangan juga terlalu mendukung atau nerpihak ke Pemerintah. Independen bebas melakukan sesuatu, tetapi kadang kala juga harus berpihak,” pungkasnya. (est/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

    Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional