Pendidikan

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS
lenjag

FT UMM Sabet 4 Gelar di KJI XIV Makassar

  • Selasa, 4 Desember 2018 | 19:41
  • / 25 Rabiul Uula 1440
FT UMM Sabet 4 Gelar di KJI XIV Makassar
Ana Mahrurin (kanan kedua), perwakilan Tim Red Jaeger menerima piagam penghargaan. (ist)

Memontum Kota Malang – Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (FT UMM) menorehkan catatan emas dalam Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) XIV dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) X di Politeknik Negeri Ujung Pandang (PUNP), Minggu (2/12/2018) lalu.

Melalui dua timnya untuk KJI, FT UMM berhasil menyabet juara 1 kategori Jembatan Canai Dingin, juara Jembatan Terkokoh, dan juara kategori K3 Terbaik oleh tim Red Jaeger, dan juara 3 kategori Jembatan Busur oleh tim Naraya.

Jembatan Tudang Sipulang, karya tim FT UMM. (rhd)

Jembatan Tudang Sipulang, karya tim FT UMM. (rhd)

Menurut Andre Oktavian Wijaya, salah satu anggota tim Red Jaeger, Jembatan Canai Dingin yang diberi nama Tudang Sipulang ini memiliki keunikan berupa lendutan, atau perubahan rangka jembatan setelah diberikan beban, yang nilainya sangat kecil. Tudang Sipulang hanya menghasilkan lendutan sebesar 2.175 mm dari angka maksimal untuk lendutan 15 mm. Hasil itu sekaligus menjadikan Tudang Sipulang sebagai juara Jembatan Terkokoh. “Setelah pengujian beban di tengah bentang jembatan sebesar 400 kilogram, lendutan yang dihasilkan jembatan Tudang Sipulung sangat jauh dari angka maksimal ledutan,” papar Andre.

Tak berhenti di situ, tim Red Jaeger juga meraih juara pada kategori K3 Terbaik. Hal tersebut, diakui Andre, karena kelengkapan papan-papan peringatan konstruksi beserta pakaian keamanan yang dikenakan oleh seluruh anggota.

Sementara itu, jembatan kedua dari Tim Naraya memiliki keunggulan sebagai jembatan ramah lingkungan. Diakui Harrys Purnama, jembatan yang ia rancang bersama dua anggota timnya ini memasang panel surya pada ujung-ujung jembatan. Panel surya ini dapat menjadi energi listrik penerangan jalan pada jembatan saat malam hari. “Keunikan yang dimiliki oleh jembatan ini adanya panel surya yang digunakan untuk mengaliri listrik untuk penerangan jalan di jembatan,” jelas Harrys.

Atas hasil tersebut, Rektor UMM Fauzan sangat mengapreasiasi capaian tersebut. Diungkapkannya, UMM punya cara sendiri untuk mengapresiasi tiap raihan prestasi yang didapat mahasiswanya. Sesuai dengan moto prestasi UMM, yaitu Tiada prestasi yang tak dihargai. “Saya sangat mengapreasiasi prestasi ini, semoga mereka semakin semangat untuk berkompetisi. Raihan ini tentu tidak membuat kami puas. Kami akan terus mempersiapkan mahasiswa kami untuk terus bisa berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” terang Fauzan. (rhd/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

    Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional