Pendidikan

POLITEKNIK NEGERI MALANG
lenjag

UMS Semarakkan Milad ke-106 Muhammadiyah, Semangat Kepahlawanan Jenderal Sudirman Jadi Inspirasi

  • Senin, 19 November 2018 | 01:30
  • / 10 Rabiul Uula 1440
UMS Semarakkan Milad ke-106 Muhammadiyah, Semangat Kepahlawanan Jenderal Sudirman Jadi Inspirasi

Memontum Surabaya – Muhammadiyah dan Universitas Muhammadiyah menjadi bagian tak terpisahkan dalam menjawab persoalan keummatan sejak 106 tahun lalu. Bersamaan Milad ke-106 Muhammadiyah tahun ini, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya), serta warga Muhammadiyah menggelar peringatan bertajuk “Ta’awun untuk Negeri”. Ini bertujuan untuk menjadikan pijakkan bagi Muhammadiyah, terlebih dalam berperan serta mewujudkan baldatun thoyibatun warobbun ghofur.

Mengenai perayaan Milad yang lebih dari satu abad ini, Sukadiono selaku Rektor UMSurabaya mengatakan pihaknya ingin menunjukkan eksistensi dari Muhammadiyan sendiri. Menurut Sukodiono, Muhammadiyah akan eksis dari amal usahanya. Apabila amal usahanya berkualitas, maka kuantitasnya lebih banyak. Maka eksistensi dari Muhammadiyah akan tetap terjaga.

“Mangkanya Milad ke-106 Muhammadiyah ditempatkan di salah satu amal usaha, yaitu di UMSurabaya. Eksistensinya nanti akan menggambarkan bagaimana persyarikatan Muhammadiyah yang ada di kota Surabaya, khususnya dan Jawa Timur pada pada umumnya. Jadi kualitas amal usaha itu akan menentukan eksistensi Muhammadiyah,” ujarnya, Minggu (18/11).

Sementara itu, kegiatan Milad tersebut juga mengangkat sosok Panglima Besar Jenderal Sudirman. Masih dalam momentum Hari Pahlawan menjadi latar belakangnya. Selain itu, juga untuk menularkan semangat yang dimiliki oleh perwira tinggi Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia.

“Spirit kepahlawanan yang dimiliki oleh Jenderal Sudirman, harus dimiliki oleh warga Muhammadiyah pada umumnya dan khususnya pada pengelola amal-amal usaha. Tanpa spirit kepahlawanan, saya kira Muhammadiyah akan tergerus. Tapi kalau Muhammadiyah ini dikelola dengan spirit pahlawan, maka eksistensinya juga akan tetap terjaga,” jelas orang nomor satu di UMSurabaya ini.

Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih, Emil Elestianto Dardak terlihat turut menyemarakkan Milad ke-106 Muhammad memberikan sambutan kepada masyarakat Muhammadiyah yang hadir. Emil mengatakan jika Muhammadiyah sangat pintar dan aktif membangun suatu lembaga pendidikan, terlebihnya dalam mewujudkan bagian dari Nawa Bhakti Satya Jatim cerdas.

“Tentunya pendidikan ini bukan definisi hanya sekolah negeri, tapi jujur sebenarnya bagaimana kita mendukung sekolah-sekolah swasta. Tentunya pasti anggaran pemerintah terbatas,” ucap Emil saat akan meninggalkan UMSurabaya.

Oleh sebab itu, dalam tambahnya dengan tema ta’awun untuk negeri ini, bahwa Muhammadiyah dapat berdiri jika saling tolong menolong.

“Masyarakat ada ya, keluarga besar Muhammadiyah, maupun simpatisan dari Muhammadiyah dan juga pemerintah semua bahu membahu,” cakapnya.

Acara yang juga dihadiri oleh beberapa tamu penting, seperti wakil gubernur Jawa Timur terpilih, Pangdam V Brawijaya, Konsultat Jendral negara sahabat (USA, Australia, dan Jepang). “Konjen-konjen dari negara sahabat ini memiliki banyak program-program. “Harapan kita tentunya kader-kader media Pemuda Muhammadiyah semua bisa menjadi bagian program pemberdayaan masyarakat,” tutupnya. (est/ano/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

    Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional