Pendidikan

POLITEKNIK NEGERI MALANG
lenjag

Robot Terbang FT-UB Raih Juara 3 KRTI 2018

  • Senin, 12 November 2018 | 19:56
  • / 3 Rabiul Uula 1440
  • Dibaca : 56 kali
Robot Terbang FT-UB Raih Juara 3 KRTI 2018
Tim Aerokreasi FT-UB raih juara 3 KRTI 2018

Memontum Kota Malang – Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) kembali menorehkan prestasi tingkat nasional, melalui Tim Aerokreasi yang berhasil menjadi juara dalam kompetisi Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2018, di Universitas Teknokrat Indonesia, Lampung, pada Senin-Kamis (5-8/11/2018).

Tim Aerokreasi menjagokan Aryasatya62, yakni robot terbang berwarna putih garapan M. Zaky Setiansyah, Disya Anjas Hidayat, Apollo Ode Rea H., Burhanuddin Candra Wijaya, Avissena Izhar Mafazi, dan Made Sandya Devananda, dibawah dosen pembimbing Dr.Eng Moch. Agus Choiron, ST., MT. Pada kompetisi ini, tim mengikuti kategori racing plane dengan misi fast and on track. “Pesawat dituntut untuk terbang dalam lintasan sepanjang 700 meter dan lebar 20 meter, kemudian kembali lagi ke garis start dan pesawat harus menjalankan misi secara otomatis,” terang Ketua Tim M. Zaky Setiansyah, sepulang dari Lampung.

Zaky menambahkan, keunggulan pesawat Aryasatya 62 mampu melaju dengan kecepatan maksimal 180km/jam (tercepat kedua setelah UGM), dan mengudara dalam keadaan yang stabil, serta memiliki radius belok paling kecil dibandingkan pesawat peserta lain, sehingga misi bisa diselesaikan lebih cepat. Dengan kelebihan ini, tim Aerokreasi telah menyisihkan sekitar 100 tim dari perguruan tinggi negeri maupun swasta seluruh Indonesia. Dari 22 tim yang lolos, tim Aerokreasi berhasil menjadi juara 3, menyusul juara 1 UGM dan juara 2 ITS.

“Alhamdulillah, rasanya senang sekali bisa memperlebar networking dan sharing ilmu tentang teknologi pesawat tanpa awak. Alhamdulilkah juga, hasil riset dan usaha kita selama sembilan bulan lebih akhirnya bisa terbayarkan dengan prestasi yang kami dapat,” ungkap Candra, salah satu anggota tim lainnya.

Zaky optimis, timnya mampu mengembangkan Aryasatya untuk diikutkan kompetisi KRTI 2019 mendatang dan akan mengarah ke kategori monitoring mapping. Dirinya berpesan kepada tim agar tidak cepat puas dengan hasil yang telah diraih. “Jangan stuck di satu titik. Ingat, jika kita merasa lelah untuk berkembang, disana masih ada tim lain yang siap melewati pencapaian kita. Bawa Aryasatya dan Tim Aerokreasi terbang lebih tinggi mengharumkan almamater!” tandasnya. (rhd/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional