Pendidikan

POLITEKNIK NEGERI MALANG
lenjag

FPPsi UM Sukses Berdayakan ODGJ di Wonorejo Singosari

  • Rabu, 7 November 2018 | 21:31
  • / 27 Safar 1440
  • Dibaca : 60 kali
FPPsi UM Sukses Berdayakan ODGJ di Wonorejo Singosari

Memontum Malang – Sekitar 30 mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi (FPPsi) Universitas Negeri Malang (UM) dipercaya Kemenristekdikti untuk mengelola Program Hibah Bina Desa (PHBD) 2018, yang dipusatkan di Desa Wonorejo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Program ini menyasar masyarakat desa pada umumnya, khususnya masyarakat yang menyandang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) karena terbilang cukup banyak, yakni sekitar 35 ODGJ.

Pendamping PHBD 2018 Aryudho Widyatno, S.Psi, M.A. menyampaikan serangkaian kegiatan PHBD telah berjalan dengan baik. Melalui PHBD, mahasiswa memiliki pengalaman dan menambah wawasan diluar bangku perkuliahan. “Saya mengapresiasi niatan baik tim mahasiswa yang telah melalui proses sangat lama dalam mewujudkan PHBD ini. Mereka mengurus proposal pengajuan selama lima bulan, mondar mandir Desa Blandit ke UM dan sebaliknya. Berbekal semangat dari mahasiswa itulah yang mendorong saya untuk bersama tim berjuang bersama dalam misi sosial kami,” jelas Aryudho.

Tim mahasiswa FPPsi UM, bersama masyarakat desa Wonorejo, dan tim Monev dari Dirjen Belmawa. (ist)

Tim mahasiswa FPPsi UM, bersama masyarakat desa Wonorejo, dan tim Monev dari Dirjen Belmawa. (ist)

Ada tujuh kegiatan PHBD, dari kegiatan sosialisasi kepada perangkat dan masyarakat desa, pelatihan kegawatdaruratan jiwa, pelatihan assesment terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), hingga pelatihan ketrampilan produksi sandal spon, serta manajemen pemasaran sandal spon kepada masyarakat desa. “Inti dari kegiatan yang kita lakukan ini, untuk memberdayakan masyarakat desa, para kader, maupun masyarakat yang selama ini menyandang ODGJ. Dengan ketrampilan membuat sandal ini, diharapkan kader bisa berpenghasilan, masyarakatnya memiliki pekerjaan sampingan dengan penghasilan lebih, dan masyarakat ODGJ dapat sembuh dengan berkegiatan,” tambahnya.

Dosen FPPsi UM ini menjelaskan alasan produksi sandal spon dipilih sebagai ketrampilan yang disosialisasikan ke masyarakat desa Wonorejo, karena sandal spon ini memiliki pangsa pasar tersendiri dan jika dikelola serius dapat berkembang baik. Selain itu, mudah dalam produksi, terutama bagi ODGJ sekalipun. Menggunakan merk “BANGKIT” memiliki beberapa filosofi, yaitu dengan produksi sandal spon yang ditekuni dapat membuat ODGJ bangkit, baik secara ekonomi maupun bangkit secara sehat mental.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional