Connect with us

Surabaya

UM Surabaya Buka Prodi S1

Diterbitkan

||

UM Surabaya Buka Prodi S1

* Kebidanan Angkatan Pertama Dipatok Terakreditasi Internasional

 
Memontum Surabaya – Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) menguatkan posisi sebagai lembaga pendidikan tinggi yang juga fokus dan mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) bidang kesehatan. Perguruan Tinggi (PT) bertagline Kampus Sejuta Inovasi ini menambah satu lagi program pendidikan (Prodi) sarjana strata 1 (S1) bidang kesehatan, yakni S1 Prodi Kebidanan sebagai pengembangan D3 Kebidanan.

Peresmian S1 Prodi Kebidanan tersebut dilaksanakan di lantai 13 At Tauhid Tower, kampus UMSurabaya, Minggu (4/11/2018). Peluncuran bersamaan seminar nasional dan petisi pita warna lawan kanker. Menariknya, seminar dan petisi juga diikuti dr. Boy Abidin selaku host Dokter OZ pada salah satu stasiun televisi swasta nasional.

Prodi S1 Kebidanan baru akan menerima mahasiswa baru pada penerimaan 2018-2019 (pra semester gasal) mendatang. Kepastian ini setelah terbitnya SK Kemenristek No 896/KPT/I/2018 yang diberikan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, baru-baru ini.

Rektor UMurabaya Dr. dr. Sukadiono, MM., mengatakan kampusnya akan kembali membuka prodi-prodi lain bidang kesehatan. “Sekarang sedang dirancang S1 Farmasi agar eksistensi UMSurabaya terjaga. Prodi bidang kesehatan yang sudah ada, ada Analis Kesehatan, Kedokteran Umum, D3 Kebidanan,” papar Sukadiono disela peluncuran, Minggu (4/11/2018).

Menurutnya, kendati baru akan menerima mahasiswa baru S1 Prodi Kebidanan namun UMSurabaya sudah menetapkan lulusannya harus terstandarisasi internasional. Sudah ada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di Brunei Darussallam yang siap menjadi mitra UMSurabaya menerapkan sertifikasi calon lulusan.

Pada bidang kebidanan, kata Sukadiono, kampusnya juga sudah bekerjasama dengan sejumlah PT di Thailand. “Yang pasti pembukaan S1 Prodi Kebidanan ini sebagai pengembangan D3 Kebidanan. Kalau lulusan D3 itu mengedepankan ketrampilan bidang kebidanan, sedangkan S1 untuk menguatkan keilmuan. Lulusan D3 Kebidanan di UMSurabaya maupun kampus lain bisa melanjutkan studi,” tandasnya.

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UMS sebagai pengelola langsung S1 Prodi Kebidanan, Mundakir, mengatakan pembukaan S1 Prodi Kebidanan sudah diinisiasi pihaknya sejak 2006 lalu. “Untuk SDM dosen pada prodi baru ini sudah ada karena selama ini UMSurabaya sudah memiliki D3 Kebidanan. Dengan S1 Prodi Kebidanan diharapkan mampu meningkatkan kualitas bidan sehingga kinerjanya lebih bermanfaat untuk wanita Indonesia,” harap Pak Mun, sapaannya.

Masalah kesehatan yang dihadapi perempuan, menurut Mundakir, terus meningkat. Ada keputihan, kista, kanker, kanker serviks dan lainnya. “Dengan peningkatan kualitas SDM maka bidan akan mampu menjadi Sahabat Keluarga di kampung tempatnya tinggal,” ucap Mundakir.

Host Dokter OZ, dr. Boy Abidin menambahkan ada empat petisi melawan kanker. Pita merah muda (pink) adalah kanker payudara, pita hijau kebiruan untuk kanker ovarium, pita hijau-putih untuk kanker serviks, dan pita emas bentuk kepedulian dan dukungan untuk penderita kanker.

“Dari waktu ke waktu kesadaran wanita untuk memeriksakan kesehatan semakin tinggi. Ini yang mendasari munculnya kasus kanker yang membuat data lebih baik dan akurat,” kata Boy Abidin. Perubahan pola hidup menjadi pemicu lain tingginya kasus kanker. (ano/yan)

Terpopuler