Pendidikan

Pengukuhan Guru Besar Polinema
lenjag

IRCEB 2 Angkat UKM Melalui Inovasi Digital

  • Senin, 22 Oktober 2018 | 18:47
  • / 11 Safar 1440
IRCEB 2 Angkat UKM Melalui Inovasi Digital
Walikota Malang (tengah), bersama narasumber dan panitia. (rhd)

Memontum Kota Malang – Kembali, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (UM) menginisiasi event internasional 2nd International Research Conference on Economics and Business (IRCEB) atau Konferensi Penelitian Internasional ke-2 tentang Ekonomi dan Bisnis di tahun 2018. Kali ini, dihadiri sekitar 186 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan beberapa peserta asing seperti dari Hebron University Palestina, Universitas Trengganu Malaysia, UK, Australia, Eropa, dan lainnya, yang memadati ruang Cempaka Hotel Savana Malang, selama 2 hari, Senin-Selasa (22-23/10/2018).

Mengangkat tema Suistanability Accounting, Enterpreneurship and Economic Growth to Promote Innovation-Led Growth in SMEs, atau Akuntansi Keberlanjutan, Kewirausahaan, dan Pertumbuhan Ekonomi untuk Meningkatkan Pertumbuhan Inovasi dalam UKM, sebagai wadah silaturahmi dan membangun kerjasama dengan pemangku kepentingan terkait dengan pengembangan UMKM.

Para peserta menyimak pemaparan narasumber. (rhd)

Para peserta menyimak pemaparan narasumber. (rhd)

“Kegiatan ini mengangkat issue utama yang akan dibahas terkait peran para stakeholders dan langkah-langkah nyata dalam pengembangan UMKM dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Sekaligus untuk meningkatkan publikasi bereputasi dan sebagai wadah mendesiminasikan hasil- hasil penelitian civitas akademika UM. Jumlah paper yang masuk sekitar 85 paper,” jelas Ketua Pelaksana Dr Puji Handayati.

IRCEB 2 dikemas dalam 2 sesi besar, yaitu seminar international, dengan mendatangkan pembicara 3 international, yaitu Prof Kelly’s Jayasinghe ( Essex University-UK), Dr Mahira ( University Terengganu- Malaysia) dan Dr Max Briggs (QUT Business School-Australia) dan sebagai keynote speaker Dr Rully Nuryanto (Deputi ESDM Kementrian Koperasi dan UKM). Dan sesi kedua paralel session, yaitu pemaparan artikel hasil penelitian.

Sementara itu, Walikota Malang Sutiaji mengatakan akan menggandeng Perguruan Tinggi untuk membuat aplikasi yang mendukung UKM di era Industri 4.0. Selain sisi konvensional tetap dijalankan dengan mewadahi aneka UKM di Mall UMKM yang rencananya ditempatkan di Ex Mall Ramayana.

“Kami tantang civitas akademika di Malang, seperti UB, UM, dan lainnya, untuk mendesain aplikasi UMKM kekinian, seperti start up atau e-commerce UMKM, dan lainnya. Kita pilih UMKM itu karena sektor ekonomi yang tahan banting,” terang Sutiaji.

Senada, Deputi ESDM Kementrian Koperasi dan UKM, Dr Rully Nuryanto, mengatakan UKM harus jeli mencermati perkembangan teknologi dan kebutuhan konsumen saat ini. Misal kuliner tak hanya rasa, namun tempatnya mungkin yang instagramable. Secara tidak langsung, sekaligus promosi gratis yang menjadikan usaha tambah ramai pengunjung.

“Terkait permodalan, ada bantuan bagi pengusaha pemula melalui beberapa pelatihan dan tahapan seleksi. Melalui pengajuan proposal bisnis jika lolos maksimal Rp 13 juta per orang. Beragam pelatihan yang diberikan, misal packaging dari jauh sudah menarik perhatian, dan lainnya,” tambah Rully. (rhd/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional