Connect with us

Sidoarjo

KBK Calisline SMPN 4 Sidoarjo Masuk Top 20 Nominator Provinsi Jatim

Diterbitkan

||

KBK Calisline SMPN 4 Sidoarjo Masuk Top 20 Nominator Provinsi Jatim
2 of 2Next
Use your ← → (arrow) keys to browse

“Penilaian SiYakin untuk KBK Calisline adalah kekompakan tim dalam menganalisis masalah, mencari alternatif pemecahan dan akhirnya tercipta solusi kreatif,” imbuhnya.

Dwi menguraikan masalah utama sebelum Calisline diciptakan adalah banyaknya peserta didik yang menggunakan Hand Phone (HP) hanya untuk main game maupun bermedia social (medsos). Tapi, akhirnya dari masalah itu dibuatlah Calisline. Ini mendidik anak di era digitalisasi. Tenaga pendidik pun harus menyesuaikan dengan jaman.

“Kami menilai bukan hanya dari hasil literasi siswa melalui karya tulis yang sudah diupload ke website Calisline, tetapi keaktifan guru juga dinilai. Karena masih banyak ditemukan dalam web KBK lain tidak ada satupun hasil karya tulis guru yang diupload,” ungkapnya.

Saat ini, kata Dwi para siswa membutuhkan teladan langsung dari guru. Apabila guru menyuruh siswanya gemar membaca, gurunya harus memberi teladan membaca.

“Begitu juga saat diminta membuat karya tulis maka guru seharusnya lebih dulu memilik karya tulis,” tegasnya.

Sementara Asisten Administrasi Pemerintahan, Pemkab Sidoarjo, Kissowo Sidi menegaskan Pemkab Sidoarjo mengirim 4 KBK yang sudah diseleksi di tingkat kabupaten. Keempat KBK itu adalah KBK SMPN Negeri 1 Sidoarjo, KBK Si Pitik Kecamatan Buduran, KBK Si Cantik Kecamatan Krian dan KBK Calisline SMPN 4 Sidoarjo. Meski hanya KBK Calisline yang masuk top 20 nominator, Kissowo Sidi merasa bersyukur karena ada yang mewakili Sidoarjo.

“Alhamdulillah salah satu dari empat KBK yang diikutkan kompetisi masuk 20 nominator. Saya minta tim KBK Calisline bisa lebih meningkatkan lagi pendidikan literasi, memberikan motivasi dan semangat para sisiwa untuk lebih produktif dalam menulis. Yang tidak kalah penting membudayakan gemar membaca dan menulis,” paparnya.

Ketua KBK Calisline Gufron menegaskan saat ini, KBK Calisline memeliki kepanjangan Baca Tulis Online (Calisline). Menurutnya pemberian nama Calisline agar para siswa selalu ingat saat membuat karya tulis langsung dan bisa diupload di website Calisline. Disamping itu ada empat visi yang dimiliki Calisline yakni taqwa, prestasi, akhlaqul karimah dan berbudaya lingkungan.

“Pendidikan literasi, motto Calisline adalah Gerakan Anak Untuk Literasi yang disingkat Gaul,” tandasnya. (wan/yan)

2 of 2Next
Use your ← → (arrow) keys to browse

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler