Connect with us

Kota Malang

GP2SP Cegah Kesehatan Pekerja Perempuan Berisiko Tinggi

Diterbitkan

||

GP2SP Cegah Kesehatan Pekerja Perempuan Berisiko Tinggi

Memontum Kota Malang – Beratnya beban pekerjaan menjadi permasalahan kesehatan yang seringkali dialami para pekerja, tak terkecuali pekerja perempuan. Bahkan pekerja perempuan dianggap lebih besar resikonya. Sebab selain bekerja, juga memiliki beban tanggung jawab pekerjaan rumah, dan haid bulanan. Sehingga hal ini memicu kelelahan lebih cepat.

Guna mengantisipasi hal tersebut, pemerintah saat ini tengah mengembangkan program Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif (GP2SP). Sebelumnya, Gerakan Pekerja Wanita Sehat Produktif (GPWSP) direvitalisasi menjadi Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif (GP2SP) yang melibatkan Kementerian Kesehatan, Tenaker, dan lainnya. Selain itu, salah satu masalah kesehatan yang dialami oleh Indonesia adalah jumlah kematian Ibu dan anak yang sangat tinggi.

Senam relaksasi sebelum aktivitas. (rhd)

Senam relaksasi sebelum aktivitas. (rhd)

“Kinerja pekerja perempuan tak hanya di perusahaan, namun juga memiliki beban tanggung jawab dan moral kepada keluarga. Pekerja perempuan sering mengalami anemia, berjalannya waktu akan berdampak ke lainnya, seperti kurang gizi, kanker serviks, ASI, dan lainnya. Ini adalah upaya kita dalam menjaga kondisi kesehatan pekerja perempuan, demi generasi yang akan datang,” kata Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan (Kemenkes), drg. Kartini Rustandi, M.Kes, saat menjadi narasumber “Sosialisasi Gerakan Pekerja Sehat Produktif dalam Rangka Implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas)”, di Poltekkes Kemenkes Malang, Rabu (19/9/2018).

Program GP2SP sendiri, menurut Kartini, terdiri dari upaya pemberian Air Susu Ibu (ASI), kesehatan reproduksi, pemberian gizi, serta pencegahan penyakit tidak menular. Saat ini, jumlah persebaran pekerja perempuan usia produktif di Indonesia hampir mencapai 70 juta atau sekitar 48 persen. “Sebagian besar wanita pekerja itu pasti hamil, jadi ini bagian dari upaya kita memenuhi kebutuhan nutrisi mereka agar mampu menekan angka kematian Ibu maupun bayi,” ucapnya.

Tak hanya itu, Kartini juga mengajak sejumlah stakeholder untuk mendukung program GP2SP, mulai dari Kementerian Kesehatan, Ketenagakerjaan, hingga assosiasi pekerja buruh dan wanita. “Menjadi tua itu pasti, namun hidup sehat itu pilihan. Maka mulailah hidup sehat dari sekarang,” tukas Kartini.

Selain Kartini, narasumber lainnya yaitu drg. Vitria Dewi, MSi, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Provinsi Jatim. Sosialisasi kali ini dihadiri oleh 60 orang peserta, dari Ketua SPSI, Kadinkes, dan Kadisnaker yang tersebar di Kabupaten dan Kota di Jawa Timur, seperti Blitar, Pasuruan, Mojokerto, Sidoarjo, dan lainnya. (rhd/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler