Connect with us

Kota Malang

Cetak Generasi Unggul, UMM Bekali Maba 4 Pilar Kebangsaan Dalam Pesmaba 2018

Diterbitkan

||

Cetak Generasi Unggul, UMM Bekali Maba 4 Pilar Kebangsaan Dalam Pesmaba 2018

Memontum Kota Malang – Sekitar 7.500 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti kegiatan wajib Pembukaan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) 2018/2019, yang secara resmi dibuka dengan upacara Pembukaan Pesmaba di Helipad UMM, Senin (3/9/2018). Kali ini bertemakan “Setia dan Siap Menegakkan 4 Pilar Kebangsaan : Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika.”

Pesmaba merupakan kegiatan resmi yang diadakan tiap tahun oleh kampus putih UMM untuk mengenalkan seputar kehidupan kampus, mulai dari dunia akademik, ekstrakulikuler hingga fasilitas yang tersedia.

Maba asing UMM. (rhd)

Maba asing UMM. (rhd)

Dalam upacara tersebut, Komandan Komando Resort Militer (Korem) 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo, bertindak selaku inspektur upacara (Irup) berpesan kepada maba tentang berbagai tantangan di era teknologi ini. Beberapa diantaranya terkait penggunaan media sosial yang fungsinya banyak disalah gunakan, dengan menyebar berita bohong, dan membuka peluang berkembangnya paham-paham baru radikalisme. Selain itu, bahaya narkoba yang setiap saat mengincar kaum muda.

“Jangan lupakan sejarah, sebab bangsa yang cerdas bisa memetik kejadian yang lalu. Bagi adik-adik mahasiswa, giatlah belajar untuk meneruskan tongkat estafet bangsa Indonesia ini, karena nasib bangsa ada di tangan kalian. Sebagai generasi penerus bangsa, harus lebih bijaksana dalam menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi. Ada yang bilang, merusak bangsa cukup dengan merusak generasi mudanya. Untuk itu, hindari narkoba. Mulai hari ini, ubah mindset kalian dengan berusaha maksimal dan bertanggung jawab,” pesan Danrem 083/Bdj.

Salah satu jas merah mob, berbentuk peta Indonesia. (ist)

Salah satu jas merah mob, berbentuk peta Indonesia. (ist)

Usai upacara pembukaan, dimeriahkan Jas Merah Mob dengan formasi bertema kebangsaan Merah-Putih, KH Ahmad Dahlan, Logo UMM, Students Today Leaders Tomorrow, Peta Indonesia, dan Pray for Lombok. Selanjutnya, maba menuju UMM Dome untuk menerima materi kuliah kebangsaan oleh Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Mahfud MD. Sebelum acara, maba dihibur dengan penampilan video kedatangan Rektor UMM Fauzan yang dikemas istimewa dengan mengendarai pesawat khusus yang dibumbui intrik-intrik spesial.

Mahfud berpesan, agar dunia perkuliahan dimanfaatkan sebaik mungkin, tidak hanya mengejar sarjana melainkan juga menjadi sujana, yakni orang yang berbudi dan bijaksana. Selain itu, pentingnya budi pekerti luhur yang harus dimiliki mahasiswa.

“Jangan cukup menjadi sarjana, tetapi jadilah sujana, yaitu cendekiawan yang bukan hanya pintar tapi baik budi dan hatinya. Tidak jarang pejabat pemerintahan yang sarjana tetapi tidak memiliki sujana. Salah satu efeknya, menyebabkan maraknya korupsi dimana-mana.

Mahfud MD, menyalami dan menyemangati maba UMM. (rhd)

Mahfud MD, menyalami dan menyemangati maba UMM. (rhd)

Mahfud juga menyanjung A. Malik Fadjar, mantan rektor UMM yang beberapa kali dipercaya menduduki jabatan menteri sebagai sosok yang inspiratif bagi generasi muda.

“Pak Malik harus anda ambil sebagai role model. Karena tangan dinginnya, beliau membesarkan UMM, menjadi Menteri Agama, Menteri Pendidikan Nasional Indonesia , Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Pak Malik ini pinter, setiap bicara dikutip media, para pejabat juga sering datang konsultasi, tapi sikapnya masih bersahabat,” tambahnya.

Pada tahun ajaran baru 2018/2019 ini, UMM menerima sebanyak 7.500 maba, dengan total mahasiswa asing sekitar 100 orang dari 30 negara. Mereka merupakan maba pilihan yang tersaring dari 40.000 peminat dari 25.000 pendaftar. Nantinya, selama empat hari ke depan, Senin-Kamis (3-6/9/2018), maba akan mengikuti berbagai rangkaian acara untuk mempercepat proses adaptasi dengan kehidupan kampus. (rhd/yan)

Terpopuler