Connect with us

Tak Berkategori

Murid SMPN 2 Satu Atap Dongko Belajar Mengajar Bergantian, Akibat Diterjang Longsor

Diterbitkan

||

Memontum Trenggalek – Pasca bangunan sekolah yang ada di Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek ambrol, para pelajar SMP Negeri 2 satu atap harus secara bergantian mengikuti kegiatan belajar mengajar setiap harinya. Ambrolnya tembok sekolah lantaran diterjang longsor pada beberapa waktu lalu, membuat bangunan sekolah SMPN 2 satu atap Kecamatan Dongko rusak parah dan merusak sebagian ruang kelas.

Akibatnya sistem belajar mengajar harus dibagi menjadi dua periode yakni pagi dan siang. Hal tersebut akan terus diberlakukan hingga perbaikan bangunan sekolah usai dikerjakan.

Diketahui ambrolnya tembok sekolah akibat diterjang longsor pada pertengahan bulan Oktober kemarin, mengharuskan para siswa yang duduk di bangku SMPN 2 satu atap yang semula masuk pagi harus pindah jam siang. Perpindahan jam pagi ke jam siang ini diketahui lantaran ruang kelas yang akan digunakan untuk proses belajar mengajar harus bergantian dengan siswa Sekolah Dasar (SD).

“Rasanya kurang terbiasa jika jam sekolah diganti masuk siang. Tapi kita semua berharap agar proses perbaikan bangunan sekolah segera usai sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan seperti biasa,” tutur salah satu siswi SMP Negeri 2 satu satu, Diajeng Pratiwi saat dikonfirmasi, Jumat (3/11/2017).

Dikonfirmasi terpisah Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek, Ganif Trianto mengatakan bahwa rusaknya tembok bangunan sekolah yang ada di SMPN 2 satu atap Kecamatan Dongko masih dalam tahap perbaikan.

“Saat ini renovasi bangunan sekolah SMPN 2 satu atap Kecamatan Dongko yang jebol akibat diterjang longsor kemarin sudah dilakukan. Hingga awal bulan November ini proses pengerjaannya sudah berjalan 65%,” ucapnya.

Proses renovasi sekolah yang jebol akibat diterjang oleh bangunan Tembok Penahan Bangunan (TPB) langsung mendapat penanganan pasca terjadi bencana. Dan pengerjaan renovasi sekolah tersebut dibiayai sendiri oleh pihak proyek TPB, lantaran proyek tersebut ambrol disaat masih dalam masa perawatan.(mil/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler