Pendidikan

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang
lenjag

Penerapan PPDB Jalur Zonasi Masih Pro-Kontra

  • Senin, 9 Juli 2018 | 20:48
  • / 25 Syawal 1439
Penerapan PPDB Jalur Zonasi Masih Pro-Kontra
SMPN 3 Kota Malang, salah satu sekolah favorit. (mgub)

Memontum Kota Malang – Masih dalam suasana penerimaan siswa baru di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD). Saat ini terdapat perbedaan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), salah satunya jalur zonasi atau wilayah. Tentunya kebijakan pembagian zonasi mengacu UU Kemendikbud tahun 2017 pasal 15 yang mengatur tentang PPDB jalur zonasi, baru dilakukan serentak pada tahun 2018, ternyata menimbulkan pro dan kontra di lapangan.

Seperti dugaan kontra, yang dikhawatirkan akan berdampak terhadap proses belajar mengajar yang ada di sekolah. Salah satu dampak yang terjadi adalah menurunnya kualitas siswa yang cukup mumpuni ketika mendaftar. Bagaimana tidak, SMP favorit biasanya selalu memperoleh nilai dengan rata-rata tinggi, tetapi adanya jalur zonasi membuat SMP favorit tidak lagi memiliki siswa dengan nilai rata-rata yang cukup tinggi. Sehingga, peluang masuknya siswa berprestasi pada SMP favorit mengalami penurunan.

Putri Kumala Dewi, M. Pd. Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UB. (mgub)

Putri Kumala Dewi, M. Pd. Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UB. (mgub)

Sementara dampak positif lainnya, kebijakan ini mendorong adanya integritas dari sekolah. Dimana SDM sekolah dituntut lebih telaten dan sabar dalam mendidik calon siswanya. Sekaligus mengubah mindset sekolah agar tidak mengharap mendapatkan siswa yang berprestasi. Karena, siapapun siswanya, guru punya kesempatan untuk membuatnya menjadi lebih baik dan berpengetahuan.

“Rata-rata nilai pendaftar tahun ini belum dihitung. Beberapa tahun sebelumnya, rata-rata nilai siswa yang daftar di sekolah ini mencapai 9,3. Pihak sekolah berharap kebijakan pemerintah terus bertambah baik, demi meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia. Mudah-mudahan meskipun jalur wilayah, nanti bapak ibu guru teman-teman di sini bisa menolong ke arah yang lebih baik, paling gak karakternyalah yang kita bantu” jelas Elly Hartatik, Waka Kurikulum SMPN 3 Kota Malang.

Di sisi lain, adanya sistem zonasi membuat orang tua peserta didik senang. Penyebab utamanya, karena lingkungan yang akan ditemui anaknya sudah mereka ketahui. Selain itu, sebagai orang tua calon peserta didik telah memiliki patokan lebih dalam menjaga anaknya. “Ya saya senang, tadi saja saya ketemu orang-orang sekampung anaknya sekolah disini,” ungkap Rosi, salah satu orang tua calon siswa.

Sistem ini memuat tiga hal penting yang melatarbelakangi pembentukannya, diantaranya mengurangi diskriminasi siswa, pemerataan dana BOS, dan menghindari banyaknya putus sekolah. “Sebenarnya wajar, kalau memang ada pro kontra tentang sistem jalur zonasi, karena ini baru memasuki tahun pertama,” jelas Putri Kumala Dewi, M. Pd. Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UB, sekaligus pengamat pendidikan.

Pro kontra pada kebijakan pasti akan terjadi, baik dampak dalam proses belajar-mengajar, tingkat kemampuan siswa yang beragam, guru dituntut lebih meningkatkan kualitas model pembelajaran, dan lainnya. Jika hanya sebuah wacana dan ketakutan, tentu tak akan ada perubahan. Namun jika dijalankan, tentu akan ada hal baru yang diharapkan lebih baik, dengan segala konsekuensi dan adaptasi, serta koreksi. (mgub/rhd/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

    Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional