Pendidikan

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang
lenjag

Pelaksanaan SBMPTN Panlok 55 Malang Sukses

  • Selasa, 8 Mei 2018 | 20:12
  • / 22 Sya'ban 1439
Pelaksanaan SBMPTN Panlok 55 Malang Sukses

Memontum Kota Malang — Sekitar 38.890 peserta mengikuti SBMPTN 2018 di Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, dan sejumlah sekolah lainnya, Selasa (8/5/2018). Pelaksanaan SBMPTN 2018 di Kota Malang ini terbilang sukses tanpa ada kendala berarti. Sebab penataan ruang dan jadwal waktu telah berjalan baik.

Ketua Panitia Lokal (Panlok) 55 Malang, Prof Dr Kusmartono, sekaligus Wakil Rektor I UB, mengatakan bahwa pelaksanaan SBMPTN 2018 terbilang sukses. “Agenda ujian SBMPTN dilakukan secara bertahap, yakni Saintek lebih dulu yang dilaksanakan di UM, kemudian dilanjutkan Soshum di UB. Sedangkan Campuran di UIN mengikuti jadwal Saintek dan Soshum. Jadi tidak terlalu macet. Hanya saat keluar masuk saja. Untuk pendampingan Difabel oleh pengawas, dan kami fasilitasi tempat nyaman,” jelas Kusmartono.

Sekretaris Dirjen Belmawa Prof Rina Indriastuti, SE, MS monitoring peserta difabel Tunanetra penderita low vision, yang didampingi dan dibantu pengawas. (ist)

Sekretaris Dirjen Belmawa Prof Rina Indriastuti, SE, MS monitoring peserta difabel Tunanetra penderita low vision, yang didampingi dan dibantu pengawas. (ist)

Di hari yang sama, para siswa yang telah diterima melalui jalur SNMPTN sebelumnya, melakukan daftar ulang di PTN tujuan. Tentunya, pemandangan di kampus tujuan terlihat padat. Hal ini nantinya akan berlaku usai pengumuman hasil seleksi SBMPTN 2018 yang diumumkan pada 3 Juli 2018.

Dalam monitoring pelaksanaan SBMPTN, selain dihadiri Rektor UB Prof Dr Ir MS, Rekor UM Prof Dr H Ah. Rofi’uddin MPd, Rektor UIN Prof Dr Abdul Haris MAg, dan Wakil Rektor masing-masing, juga dihadiri Sekretaris Dirjen Belmawa Prof Rina Indriastuti, SE, MS. “Pelaksanaan SBMPTN saat ini termasuk baik, tidak ada soal bocor, kecurangan, dan lainnya. Nantinya melalui monev, kami akan mengevaluasi dan memastikan UTBK dan UTBC efisien atau bagaimana. Sebab nantinya, sarana prasarana UTBK harus diperbanyak lagi. Saat ini, alternatif UTBK yakni menggunakan gawai berbasis Android milik peserta. Dijamin aman, karena sebelumnya gawai mereka harus diinstal ulang dengan aplikasi yang diijinkan. Contohnya pelaksanaan oleh 1.000 peserta SBMPTN di Universitas Padjajaran Bandung,” terang Rina.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

    Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional