Connect with us

Jember

Program Berjalan, Dispenduk Jember Ngantor di Sekolah

Diterbitkan

||

Ratusan Pemohon E KTP Di Sekolah SMK PGRI 05 Kencong Jember.

Memontum Jember—-Pelayanan jemput bola atau “Bupati Ngantor di Desa” terus dilakukan hingga saat ini. Hal ini merupakan program Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jember untuk menjaring dan melayani masyarakat yang belum memiliki dokumen kependudukan.

Program unggulan dari Dispendukcapil kali ini digelar di SMK PGRI 05 Jember, sasarannya ialah siswa-siswi yang belum memiliki atau melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“hal ini adalah implikasi dari program bupati ngantor di desa yang kini meluas hingga ke sekolah, sasarannya ialah pelajar yang belum memiliki KTP,” kata Kasi Sistem Administrasi Kependudukan Dispendukcapil Kabupaten Jember, Yhoni Restian. Kamis, (03/05) siang.

Selain itu, program yang dulunya diberi nama On The Spot ini bertujuan untuk mempermudah pelajar agar dapat mengakses Dispendukcapil tanpa harus ke kantor pusat yaitu di Jember Kota yang jaraknya hingga 40 KM.

“Harapannya, pelajar yang sudah memenuhi syarat untuk segera memiliki KTP agar dapat dipergunakan untuk keperluan data kependudukan, misalnya untuk data pemilih menjelang Pilkada, dan juga pekerjaan” terang nya.


Dirinya menambahkan, dari jumlah penduduk Kabupaten Jember 40% ialah pelajar yang memenuhi syarat untuk memiliki KTP. Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya menjemput bola untuk memberi pelayanan kepada pelajar di seluruh Sekolah Menengah Atas di manapun itu.

“Kami terus berupaya, untuk memberi pelayanan kepada masyarakat secara gratis dan mudah terjangkau aksesnya seperti yang diperintahkan Bupati Jember dr Hj Faida MMR kepada Dispendukcapil,” terangnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMK PGRI 05 Jember Saiful Anwar mengatakan ini kali ke Dua, sekolahnya dipercaya untuk menggelar program dari Dispendukcapil itu. Menurutnya, program tersebut dapat membantu siswa karena dapat meminimalisir biaya transportasi, waktu dan juga menghindari pungli saat pengurusan dokumen resmi negara ini.

“Alhamdulillah, program ini disambut antusias siswa. Selain mudah, dengan Disependukcapil ngantor di sekolah tidak mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa, karena waktu yang dibutuhkan hanya beberapa menit saja setelah itu siswa dapat mengikuti KBM,” tuturnya.

Untuk saar ini sudah tercatat sebanyak 300 siswanya terlayani dengan baik saat program ‘Bupati Ngantor di Sekolah’ kali ini.

“Program tersebut dirasakan manfaatnya oleh siswa, kami berharap program ini terus dilakukan karena dapat memberi edukasi dan menanamkan kesadaran pentingnya data adminduk yang jelas peruntukanya. (Lum/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler