Pendidikan

iklan Penerimaan Mahasiswa baru universitas wisnuwardhana
lenjag

Murid SMK/SMA Probolinggo Pelatihan Dapur Umum, Tanggap Bencana dan Aksi Kemanusiaan

  • Minggu, 1 April 2018 | 20:41
  • / 15 Rajab 1439
  • Dibaca : 47 kali
Murid SMK/SMA Probolinggo Pelatihan Dapur Umum, Tanggap Bencana dan Aksi Kemanusiaan
Suasana di kegiatan Dunlap yang di lakukan oleh PMI. Siswa SMK dan SMA Kota Kabupaten Probolinggo (Pix)

Memontum Probolinggo — Suasana di halaman SMKN1 Kota Probolinggo menjadi ramai, banyak Siswa Siswi SMK dan SMA Kota dan Kabupaten Probolinggo berkumpul menjadi satu dalam acara pelatihan penanggulangan bencana. Acara tersebut dilakukan karena sesuai amanat Undang-undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana serta Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

Oleh karena itu melalui PMI Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan pelatihan pemantapan Siswa Siswi SMK dan SMA Kota dan Kabupaten Probolinggo dalam tema Dapur Umum Lapangan (Dumlap), di lapangan SMKN 1 Kota Probolinggo. Sabtu (1/4/2018).

Kegiatan yang berlangsung mulali siang tersebut di buka oleh Kepala SMKN 1 Kota Probolinggo, Didik Purwandi. Menurutnya kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemahaman tentang penanggulangan bencana khususnya Dumlap.

“Kegiatan ini juga untuk meningkatkan kemampuan SDM Tagana dalam pengelolaan Dumlap serta meningkatkan kapasitas para siswa dalam penanggulangan bencana sehingga penanganan pengungsi dapat diatasi secara cepat dan tepat.” jelasnya.

Didik juga menambahkan penanggulangan bencana bukan saja merupakan tanggung jawab pemerintah dan swasta tetapi juga diharapkan keterlibatan para siswa – siswi baik SMK/SMA sederajat berkewajiban dan harus peduli.

“Hakikat penanggulangan bencana adalah untuk mengurangi resiko dan dampak bencana terhadap masyarakat, terkait dengan upaya-upaya penanggulangan bencana harus dilakukan secara terencana, terpadu dan terkoordinasi dan menyeluruh,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut dituntut untuk bisa melakukan dan diperlukan upaya upaya pemberdayaan seperti pelatihan penguatan, karakteristik kearifan local serta kemampuan dan potensi para siswa dan masyarakat itu sendiri.

“Tagana sebagai ujung tombak terdepan dalam penanggulangan bencana baik saat tanggap bencana maupun pasca bencana diharapkan dapat memahami tentang peran dan fungsinya dalam menanggulangi bencana,” jelas Didik.

Pelatihan dapur umum yang melibatkan ratusan peserta utusan setiap sekolahan yang terdiri dari Siswa – Siswi SMK/SMA maupun SMP serta Palang Merah Indonesia. Pelatihan yang dilaksanakan selama 2 hari dengan jumlah jam latihan selama 24 jam menghadirkan pemateri dari PMI, Didik Kustono dengan materi tentang sistem penanggulangan bencana dan pemantapan Dumlap. (Pix/nat)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional