Connect with us

Sidoarjo

Keterbukaan, Pintu Kemajuan SMPN I Wonoayu

Diterbitkan

||

Dinding ruang kelas IX H , SMP I Wonoayu penuh gambar kreasi siswa. (par)

*Wajibkan Guru dan Murid Mahir Bahasa Inggris

Memontum Sidoarjo—-Penuh warna dan kreasi cat dinding yang berbeda, itu yang tercermin di setiap ruang kelas SMPN I Wonoayu. Kelas dibuat menjadi milik pribadi anggota kelas dengan ide dan kreatifitas murid  sendiri.

Kepala SMPN I Wonoayu,  Drs Abd. Qodim mendorong siswa menjadikan kelas bagian dari dirinya sebagai tempat belajar yang menyenangkan. ” Saya berikan kebebasan pada murid untuk mewarnai kelas sesuai dengan ide dan kreatifitasnya asal tidak berbau sara atau menyinggung perasaan, ” jelasnya.

Dengan memperindah ruangannya sendiri diharap murid merasa memiliki dan tentu saja akan menjaganya. “Secara  swadaya saya dan teman – teman dengan senang hati menuangkan kreasi pada dinding kelas, itu karakter kelas kami, ” jelas Shevyla, kelas IX H.

Tak hanya kepada siswa, Abd Qodim juga memberikan keterbukaan kepada guru atau kelompok tim sekolah untuk menyampaikan ide dan programnya. Karena menurutnya sekolah tak akan bisa maju kalau tergantung pada  kepala sekolah. “Silahkan, siapa atau kelompk tim yang masuk ke saya. Jangan hanya cek kosong,  harus ada program, akan saya kaji,”tegasnya.

Semua perubahan yang ada di sekolah merupakan hasil karya elemen sekolah.Partisipasi dengan kerja cerdas, kerja ikhlas,dan kerja tuntas diyakini memberikan perubahan yang besar bagi sekolah.

Lebih lanjut Kasek yang belum genap 3 bulan di sekolah itu mengatakan  program yang cukup prestisius pada semester depan adalah guru dan siswa wajib berbahasa Inggris. Dengan realisasi awal program 1 minggu di kampung Inggris bagi siswa. Para guru akan diberi pelatihan bahasa Inggris dengan instruktur dari warga Inggris yang dilaksanakan setiap hari Sabtu.

Keberhasilan sekolah dapat tercapai bila dibangun oleh  tiga pihak yang menjadi pilarnya . ” Pilar pendukung keberhasilan pendidikan di sekolah adalah, sekolah, wali murid, dan pemerintah, sehingga kami selalu berbicara dengan wali murid dalam menjalankan program, ” ungkap Kasek yang pernah memimpin  SMPN  I dan 3 Taman. (par/yan*)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler