Pendidikan

iklan kpu kota malang
lenjag

Optimalisasi Peran Generasi Muda dalam Menyukseskan Pilkada Serentak 2018

  • Selasa, 20 Februari 2018 | 20:21
  • / 4 Jumadil Akhir 1439
  • Dibaca : 126 kali
Optimalisasi Peran Generasi Muda dalam Menyukseskan Pilkada Serentak 2018
Ketua KPU Kota Malang, bersama pemateri lain memberikan pandangannya. (rhd)

Memontum Kota Malang — Peran pemuda, khususnya mahasiswa sebagai pemilih pemula, sangat diharapkan bagi kesuksesan pelaksanaan Pilkada 2018 serta Pileg dan Pilpres 2019. Sebab 5 tahun yang lalu, rata-rata mereka masih belum mendapatkan kesempatan mengikuti, dikarenakan belum masuk usia 17 tahun, atau belum memiliki KTP.

“Berdasarkan coklit, usia 45 tahun ke bawah, dimana 50 persen merupakan generasi jaman now, dengan sebagian lagi generasi muda sebagai pemilih pemula, atau mulai 17 tahun ke atas. Jadi generasi muda memiliki potensi luar biasa, sebagai partisipan aktif yang mendominasi karena keingintahuannya. Meski ada yang pasif, tapi nantinya kami berharap mereka juga ikut memberikan suara,” jelas Ketua KPU Kota Malang Zaenudin ST, MAP, saat memberikan pandangan dalam diskusi terbuka “Optimalisasi Peran Generasi Muda dalam Menyukseskan Pilkada Serentak 2018” di Aula Nuswantara Gedung FISIP UB, Selasa (20/2/2018).

Dalam Pilkada Serentak 2018 yang melibatkan 171 daerah, peran generasi muda cukup memberikan warna. Untuk itu berbagai upaya dilakukan KPU untuk mengajak masyarakat kota Malang melalui beberapa forum, khususnya sasaran target SMA ke atas, untuk mengambil peran sebagai masyarakat dalam mengikuti dan menyukseskan Pilkada, baik partisipasi aktif maupun pasif.

KPU Kota Malang menargetkan minimal 70 persen pemilih tercapai. Tentunya angka ini meningkat dibanding periode sebelumnya yang tercapai di angka 65 persen. Untuk mengisi atau menaikkan target tersebut, KPU membidik segmentasi kaum muda dan pemilih baru mulai usia 17 tahun. Alasannya usia 17 tahun ke atas sekitar 7 persen, karena secara tidak langsung seharusnya pemilih baru bertambah, yaitu generasi muda atau usia mulai 17 tahun setelah 5 tahun yang lalu.

“Itu statistik, namun prakteknya belum tentu. Strateginya mengikuti trend generasi jaman now, seperti cangkrukan, iklan, tatap muka, bintang santai, nobar, dan lainnya, seperti nobar Darah Biru Arema (DBA) bulan Maret, update kegiatan KPU melalui medsos,” jelas Zaenudin.

Dalam diskusi terbuka tersebut, hadir pula Kasi Binmas Islam Kemenag Kota Malang Amsiyono SH, SAg, MSi, dan akademisi UB M Barqah Prantama SAp, MAp. (rhd/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional