Pendidikan

pariwisata kabupaten jember
space ads post kiri
Topik Terhangat

Tari Topeng Pembuka Acara Pemeran Sejuta Buku

  • Jumat, 20 Oktober 2017 | 10:03
  • / 29 Muharram 1439
  • Dibaca : 90 kali
Tari Topeng Pembuka Acara Pemeran Sejuta Buku
Penari topeng dari siswa SMPN 22 Kota Malang meramaikan acara pameran Sejuta Buku di Taman Krida Budaya Jatim 2017 (Memo X/Cw4)

Memontum Kota Malang—Pameran Malang Sejuta Buku tahap 2 diPendopo Taman Krida Budaya Jatim resmi dibuka untuk umum. Sebagai pengawal acara puluhan penari topeng dari siswi SMPN 22 Kota Malang menandai seremonial kegiatannya.

Event tahunan dari Three G Production kali ini diikuti 200 penerbit dari berbagai kota di Indonesia. Kegiatan ini sebagai penanda bahwa Kota Malang layak disebut Kota literasi.

“Tahun lalu kami menggelar pameran buku ditempat ini. Tahun ini kami ingin mengulang kesuksesan serupa dengan tahun kemarin. Kami bahagia karena acaranya diikuti 200 penerbit buku,” ucap Direktur Three G Production Hinu S, Kamis (19/10/2017) pagi.

Menurut Hinu, di Kota Malang banyak penulis buku hebat. Banyak kelompok masyarakat menggelar kajian dan bedah buku. Di Kota Malang pula minat baca masyarakatnya sangat tinggi.

Jadi tidak salah kalau penerbit buku di Indonesia. Selalu bersemangat kalau diajak pameran buku di Kota Malang. “Kami yakin penduduk Kota Malang akan terhibur dengan event semacam ini,” ujarnya.

Pembukaan pameran Malang Sejuta Buku dihadiri Asisten III Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Bidang Pemerintahan dan Kesra Abdul Malik. Menurutnya, kehadiran buku tidak bisa digantikan oleh e Book.

Buku merupakan sumber ilmu pengetahuan dan jendela dunia. Lewat buku kata Malik diketahui sejarah dan peradapan manusia. Buku pula yang menandai kemasyuran dan kemunduran sebuah peradapan bangsa.

“Dijaman modern masyarakat mulai pindah ke e book. Tapi saya yakin keberadaan buku tidak bisa digantikan dengan e book. Banyak buku kono yang tidak tercantum die book,” ucap Malik.

Malik mencontohkan budaya orang Jepang. Diwaktu luangnya selalu dimanfaatkan untuk membaca buku. “Budaya semacam inilah ingin kita tumbuhkan dimasyarakat Kota Malang. Sejak SD kita budayakan membaca buku dikelas dan dirumahnya,” tambah Malik.

Pameran sejuta buku tahap 2 digelar selama seminggu. Mulai 19-25 Oktober 2017. Selama kegiatan pameran diisi dengan kegiatan lainnya.

Antara lain workshop dengan penulis buku. Lomba mengambar untuk tingkat SD. Lomba menulis cerpen dan esai. Termasuk digelar aneka macam kesenian bertempat di halaman Taman Krida Budaya Jatim.

Paling menarik, warga Kota Malang dan sekitarnya bisa berselancar mencari buku yang diinginkan dengan harga super murah. Mulai harga Rp 5000 sampai puluhan ribu per bukunya.

Diarena pameran buku juga disediakan aneka macam buku kuno. Diterbitkan antara tahun 1950an. “Sayang kesempatan emas ini kalau dilewatkan begitu saja. Ayo datang dan belanja buku distan pameran sejuta buku. Harganya tidak mahal. Disediakan buku pelajaran, buku agama, buku pengetahuan, sastra, cerpen dan lainnya,” tandas panitia Malang Sejuta Buku Ayu Riqqa Syahara. (cw4/jun)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional