Pendidikan

pariwisata kabupaten jember
space ads post kiri
Topik Terhangat

1437 Mahasiswa UB Pecahkan Rekor MURI Lukis Tas

  • Sabtu, 18 November 2017 | 21:04
  • / 28 Safar 1439
  • Dibaca : 100 kali
1437 Mahasiswa UB Pecahkan Rekor MURI Lukis Tas
Mahasiswa tunanetra turut dalam pemecahan rekor MURI. (rhd)

Memontum Kota Malang — Kembali Universitas Brawijaya (UB) Malang membuat sejarah dalam momentum Dies Natalis ke-55 nya. Kali ini, UB memecahkan Rekor MURI Lukis Tas dengan kategori Peserta Mahasiswa Terbanyak sejumlah 1.437 mahasiswa, di GOR Pertamina UB Malang, Sabtu (18/11/2017). Kegiatan yang mengangkat tema Membingkai Keberagaman, Meningkatkan Reputasi dan Daya Saing ini sekaligus melengkapi rekor MURI ke-12 bagi UB.

Peserta terdiri dari mahasiswa seluruh fakultas, dosen, dan masyarakat umum, yang diberi tas model totebag berbahan kanvas atau kain blacu berukuran 32 x 36 cm dalam berbagai pola. Peserta diberi kebebasan melukis pada 2 sisi tas dengan cat dalam 10 macam motif yang terdiri dari motif-motif bercorak nusantara, seperti motif wayang, topeng, batik, dan lain-lain.

Rektor UB menerima Piagam Penghargaan dari MURI. (rhd)

Rektor UB menerima Piagam Penghargaan dari MURI. (rhd)

Alasan dipilihnya kain blacu karena terbuat dari 80 persen serat alami. Selain itu, sejalan dengan cita-cita Universitas Brawijaya menjadikan kampus go-green. Nantinya tas dapat dipergunakan sebagai pengganti tas plastik sekaligus memiliki nilai estetis. “Bahan kanvas dipakai untuk tas ini ramah lingkungan, karena berfungsi mengurangi penggunaan plastik dan modelnya yang fashionable. Sesuai dengan tema Keberagaman Nusantara, melalui kegiatan ini peserta yang terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda dapat melebur menjadi satu menciptakan kreativitas,” papar Ketua Pelaksana Pemecahan Rekor Muri Lukis Tas Fatmawati, M.Sn.

Rektor UB Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS mengatakan, pemecahan Rekor MURI merupakan salah satu cara branding UB di level dunia. “UB saat ini sedang berupaya menaikkan rangking di level dunia, sebagaimana target Kemenristekdikti bahwa setiap PTN mampu mendongkrak kualitasnya di level internasional. Dimana UB diharapkan menaikkan rangking dari 700 menjadi 500 di level dunia. Dengan tercatatnya di rekor MURI, diharapkan reputasi akademik semakin meningkat, dan UB akan semakin dikenal,” ungkapnya.

Peserta menunjukkan hasil karya lukis tas. (rhd)

Peserta menunjukkan hasil karya lukis tas. (rhd)

Sementara itu Wakil Direktur MURI Osmar Semesta Susilo yang memberikan penghargaan MURI kepada Rektor UB mengatakan, kegiatan ini merupakan rekor ke-8.223 yang telah dicatat MURI. “Awalnya UB mengusulkan peserta sebanyak 1000 orang, namun karena antusiasme mahasiswa, dosen, dan masyarakat, jumlah peserta melebihi ekspektasi, sampai 1.437 orang. Ada 3 indikator pencatatan rekor MURI berdasarkan tiga indikator, yaitu Pertama, Paling, serta Unik dan Langka. Semoga pencatatan rekor baru ini dapat memotivasi institusi dan mahasiswa sebagai bagian dari suatu yang historical,” harap Osmar.

Uniknya dalam pemecahan Rekor MURI ini, juga melibatkan mahasiswa Difabel dan mahasiswa asing. Salah satunya Ahmad Samsul Solihin, yang mengungkapkan rasa kangen pada pacar dengan menggambar wajah pacar di tasnya. “Sudah 9 bulan saya tidak bertemu dengan pacar saya. Jika nanti pulang ini akan saya berikan hadiah sebagai oleh-oleh. Acara ini bagus sebagai ajang untuk mengeksplorasi ide dan bakat mahasiswa di bidang seni rupa,” kata mahasiswa tuna rungu ini.

Selain Samsul, mahasiswa tuna netra Agung Pamuji ingin menggambar wajah pahlawan Untung Suropati. Baginya, Untung Suropati adalah pahlawan yang dikaguminya. Dalam menuangkan idenya Agung dibantu oleh rekan pendampingnya.

Tak hanya mahasiswa difabel, pemecahan rekor MURI juga diikuti 11 mahasiswa asing Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA). Diantaranya Mohammed Bosha (Sudan) dan Tanya Patel (India) yang mengaku sangat bangga dalam keterlibatan dalam kegiatan tersebu. “Saya terkejut tapi bangga saat motif tas yang harus diwarnai adalah semboyan bangsa Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika, maka saya mewarnainya seperti warna bendera Indonesia yaitu merah putih. Di sisi lain tas, saya lukis bunga, karena saya suka pemandangan alam,” papar Bosha. (rhd/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional