Pendidikan

pariwisata kabupaten jember
space ads post kiri
Topik Terhangat

Limbah Kulit Kacang Bisa Diubah Jadi Hand Sanitizer

  • Jumat, 3 November 2017 | 13:14
  • / 13 Safar 1439
  • Dibaca : 89 kali
Limbah Kulit Kacang Bisa Diubah Jadi Hand Sanitizer
ilustrasi siswa beprestasi

Tiga Pelajar SMA Asal Lamongan
Lamongan, Memontum – Inovasi kreatif terus bermunculan dari pelajar-pelajar asal Lamongan. Kali ini inovasi kereatif itu muncul dari 3 pelajar asal SMA Muhammadiyah 1 Babat (SMA MUH1BA) Kabupaten Lamongan yang sukses menciptakan hand sanitizer (pembersih tangan) dengan memanfaatkan limbah kulit kacang. Ketiga pelajar tersebut yakni Kartika Merdeka Wati Mulyono, Salwa Asrofil, dan Nadhiro.
Menurut Kartika Merdeka Wati Mulyono ide pembuatan hand sanitizer berbahan limbah kacang ini bermula dari banyaknya tumpukan limbah kulit kacang yang terbuang sia-sia tanpa bisa dimanfaatkan. “Kami melihat sekitaran babat, banyak limbah kulit kacang terbuang sia-sia dan tak dimanfaatkan,” kata Kartika, Kamis (2/11/2017).
Melihat hal tersebut, tambah Kartika mereka kemudian mencoba melakukan penelitian akan kandungan dari kulit kacang. Dari beberapa referensi tersebut diketahui apabila kulit kacang mengandung banyak senyawa yang memiliki aktivitas anti bakteri. “Kami mencari cara kulit kacang bisa dimanfaatkan, sehingga bisa menghasilkan sebuah produk . Dan ternyata limbah kulit kacang ini mengandung senyawa terpenoid, flavonoid, dan asam fenolik. Jadi sangat cocok digunakan untuk hand sanitizer,” terangnya.
Tak hanya itu, menurutnya untuk menyempurnakan pengerjaan pembuatan hand sanitizer tersebut, ketiga pelajar ini lantas mencari bahan pelengkap yang tak mengandung efek samping. Dan terpilihlah lidah buaya, yang mengandung saponin dan kulit jeruk nipis yang mengandung minyak atsiri yang sekaligus digunakan sebagai pewangi untuk dipadukan dengan kulit kacang itu. “Jadi bahan utama hand sanitizer kulit kacang, kulit ari kacang, lidah buaya yang mengandung saponin, pewanginya kita menggunakan kulit jeruk nipis karena memiliki minyak atsiri juga,” papar Kartika.
Lebih lanjut, Kartika menuturkan untuk proses pembuatan hand sanitizer berbahan utama limbah kulit ini tak terlalu sulit. “Prosesnya sangat sederhana, karena dibuat secara manual, tidak menggunakan mesin-mesin yang bisa digunakan di pabrik-pabrik,” katanya.
Setelah semua bahan terkumpul, sambung Kartika kemudian semua bahan dibersihkan untuk selanjutnya dijemur di bawah terik matahari. “Setelah penjemuran, lalu penghalusan, penyaringan, pencampuran semua bahan, kita lakukan proses sterilisasi dan penambahan jel terwujudlah produk kami,” ujarnya.
Kartika pun menyebutkan produk hand satitizer berbahan utama limbah kulit kacang yang Ia ciptakan bersama kedua temannya ini memiliki keunggulan yang tidak dimiliki produk yang beredar di pasaran. Dimana produk di pasaran kebanyakan mengandung bahan kimia yang memunculkan efek samping.
“Keunggulan, tidak menggunakan alkohol, yang memiliki efek samping pada tangan gatal-gatal dan kering, produk kami lebih praktis, aman dan ekonomis,” tutur Kartika.
Hasil jerih payah tiga siswi kreatif yang melakukan penelitian selama tiga bulan ini pun terbayar, mereka mampu menyabet juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). “Sudah melombakan di Unesa, mendapat juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah,” ungkapnya.
Di sisi lain, guru pembimbing Emzita Taufik mengatakan bahwa terciptanya produk hand satitizer ini murni merupakan ide para siswa.“Kami dari sekolah memberikan fasilitas dan gambaran, semua terletak pada anak-anak, memberikan pemahaman, untuk tengok di lingkungan sekitar yang bisa dimanfaatkan,” bebernya.
Menurut Zita, pihak sekolah selanjutnya memberikan fasilitas untuk penelitian dan mengembangkannya. “Nanti akan diproduksi skala lebih besar. sehingga bisa digunakan untuk masyarakat,” harapnya menegaskan. (ifa/zen)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional